AKSI SOLIDARITAS NELAYAN - HIMAPERIK UMM GAGAS PETISI PERINGATI HARI NELAYAN NASIONAL

Jum'at, 06 April 2018 09:00 WIB

Malang- HIMAPERIK (Himpunan Mahasiwa Perikanan) UMM, - Dalam memperingati Hari Nelayan Nasional Indonesia yang jatuh pada 6 April, Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang, mengadakan kegiatan aksi solidaritas sebagai upaya memperkenalkan dan mengangkat kembali marwah para nelayan yang selama ini masih tertindas oleh bayang-bayang kemiskinan. Aksi solidaritas ini diselenggarakan tepat pada Hari Nelayan Nasional (6/4/2018) di depan Laboratorium Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 38 peserta aksi, peserta berasal dari mahasiwa perikanan dan mahasiswa jurusan lain. Kegiatan aksi solidaritas nelayan dibuka dengan doa bersama pukul 09.00 WIB. Rentetan kegiatan aksi solidaritas nelayan setelah doa bersama diantaranya musikalisasi puisi yang dibawakan oleh teman-teman Sanggar Malaka, dilanjutkan aksi penandatanganan petisi. Petisi ini dibuat sebagai langkah konkrit dalam mengkritisi Pemerintah. Pada kesempatan kali ini pula disinggung beberapa kebijakan Pemerintah yang dirasa merugikan para nelayan.

Beberapa peraturan yang menjadi dasar petisi tersebut diantaranya: Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan PERMENKP No. 56/PERMEN-KP/2014 tentang Penghentian Sementera (moratorium) Perizinan Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP); Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 57/PERMEN-KP/2014 tentang Penghentian Kegiatan Alih Muatan (transhipment); Peraturan Mentri Nomor 01/PERMEN- KP/2015 tentang pembatasan penangkapan tiga spesies perikanan penting yakni Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scyla spp.), dan Rajungan (Portunus pelagicus spp.) yang telah ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Nomor 18/MEN-KP/I/2015. Menerangkan bahwa yang boleh diperdagangkan hanya : Lobster dengan berat 200 gram keatas, Kepiting Soka Minimal 150 gram, dan Rajungan lebih dari 55 gram; Peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 02/PERMEN-KP/2015, mengatur larangan penggunaan alat penangkapan ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI), Peraturan Pemerintah No. 75/2015 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementrian Kelautan dan Perikanan. Kebijakan-kebijakan ini didukung pula oleh SK Dirjen Perikanan Tangkap No. B 1234/DJPT/F1.410.D4/31/12/2015 tentang pembatasan ukuran GT kapal pada SIUP/ SIPI/ SIKPI, dan Surat edaran No. 721/ DPB/ PB.510.S4/ 11/ 2016 tentang kapal pengangkut ikan hasil pembudidayaan berbendera asing (SIKPI-A). Dasar petisi tersebut merupakan hasil kajian empiris HIMAPIKANI (Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia) yang dikelola kembali oleh HIMAPERIK UMM.

Sekitar pukul 20.30 WIB di lanjutkan dengan kegiatan NOBAR (nonton bareng) bertempat di Equel Coffe. Kegiatan aksi ini ditutup dengan makan ikan bersama. Harapannya dengan aksi solidaritas nelayan, bisa merefleksi kembalikepada khalayak untuk tetap menghargai para nelayan Indonesia.(Haq/HIMAPERIK UMM)

Shared: