Pertahanan Diri Terhadap Coronavirus

Coronavirus atau disebut COVID-19 telah dinyatakan sebagai Pandemi oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia), yang artinya telah menyebar hampir diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk itu kenali cara pencegahan dan pertahanan diri untuk menghindari penularan covid-19, berikut cara sederhana pencegahan: 1. Cuci Tangan dengan Benar Secara Teratur. Telapak tangan merupakan bagian yang paling sering kontak dengan lingkungan (benda) yang bisa jadi banyak mengandung patogen baik jamur, bakteri maupun virus (Termasuk Covid-19). Untuk itu secara rutin cuci tangan setelah berkatifitas. 2. Jaga Cukup Jarak dengan Orang Lain. Jaga jarak sekurangnya 1 meter dengan orang lain yang sedang batuk dan bersin. Karena ketika seseorang batuk/bersin akan mengeluarkan sejumlah percikan cairan (spray droplets) dari mulut atau hidung yang kemungkinan mengandung virus. Virus pada droplets yang menempal di benda dapat bertahan sampai beberapa hari hingga ia tersentuh dan mendapat inang baru. 3. Kurangi Menyentuh Hidung, Mata dan Mulut Tangan paling banyak bersentuhan dengan benda yang mengandung patogen. Virus umumnya hanya dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran terbuka tubuh seperti mata, hidung dan mulut. 4. Lakukan Tindakan Cara Batuk dan Bersin yang Benar Pelajari cara batuk dan bersin yang benar untuk menghindari penyebaran virus. 5. Kenali Gejala, dan Segera Meminta Penanganan Medis Tetap tinggal dirumah jika merasa badan tidak nyaman. Jika merasa demam, dingin, dan sesak nafas segera meminta penanganan medis. 6. Terus Pantau Informasi Terkini dari Sumber Terpercaya Tetap ikuti perkembangan terbaru tentang COVID-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda, otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda  tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari COVID-19. Sumber: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public

UMM NEW NORMAL: Canvas – Ngampus Online

Mahasiswa Perikanan – UMM telah sejak lama melakukan proses pembelajaran metode Blended-Learning. Yakni proses pembelajaran yang dilakukan secara konvensional (tatap muka) dan daring (online) yang biasa disebut e-Learning. Seiring terus menyebarnya kasus coronavirus di Indonesia, Pemerintah telah menghimbau untuk mengurangi aktivitas/pertemuan yang melibatkan banyak orang. Proses pendidikan yang biasanya dilakukan di kelas diharapkan dapat dilakukan di rumah masing-masing. UMM juga telah menerbitkan himbauan terkait proses belajar mengajar selama beberapa waktu kedepan (dimulai 16 Maret 2020) dimaksimalkan secara daring/online. Mahasiswa Perikanan sejak 2018 dibekali beberapa platform yang mendukung proses e-Learning tersebut seperti menggunakan Canvas dan Google Classroom. Melalui platform tersebut pembelajaran dilakukan sangat interaktif. Media pembelajaran yang disajikan juga beragam, mulai dari teks book elektronik, journal, video, FGD dan lainnya. Meski aktivitas “ngampus” saat ini tidak dijalankan namun mahasiswa UMM terus produktif. Belajar dapat dilakukan dirumah dengan tetap mendapat pendampingan oleh para dosen pengampu yang profesional dan kompeten di bidangnnya. Siap membentuk insan yang religius, berjiwa entrepreneur dan profesional.