Selamat Alumni Program Studi Akuakultur Borong Predikat Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian Peternakan

Dalam Yudisium Periode 2 & 3 Tahun 2023 (22 Mei 2023), sejumlah alumni Program Studi Akuakultur berhasil meraih predikat lulusan terbaik di Fakultas tersebut. Dengan dedikasi dan kerja kerasnya selama belajar di Program Studi Akuakultur UMM, namanya berhasil menjadi sorotan dan menginspirasi banyak orang. Pada periode ini Alumni Program Studi Akuakultur berhasi borong predikat lulusan terbaik Fakultas  slot yaitu: Terbaik 1 Periode 2: Muhammad Agill Thevany IPK 3.97 (2019) Terbaik 2 Periode 2 : Annisa Salsabila IPK 3.96 (2019) Terbaik 3 Periode 2: Nila Choirun Nailin IPK 3.96 (2019) Terbaik 2 Periode 3 : Helmalia Putri Damayanti IPK 3.83 (2019) Ucapan Selamat dan Doa untuk Kesuksesan Karir dari kiri Dr. Hany Handajani (Kaprodi), Helmalia Putri Damayanti, Nila Choirun Nailin, Muhammad Agill Thevany, Annisa Salsabila, & Anis Zubaidah M.Si (Sekprodi). Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kerja keras para pendidik, tenaga kependidikan serta para mitra DUDI/dunia industri (Kelas Profesional Udang) yang memberikan ilmu yang tak ternilai. Semoga kiprah para alumni nantinya menjadi amalan jariyah bagi pada pendidik prodi dan DUDI. Selamat yang tulus dan ucapan terima kasih mengalir kepada alumni Program Studi Perikanan yang meraih predikat lulusan terbaik Fakultas. Semoga, keberhasilan ini menjadi awal yang gemilang dalam perjalanan karirnya di bidang perikanan. Semoga para alumni terus berprestasi, mencapai keberhasilan yang lebih tinggi, dan menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda. Doa juga disertakan untuk alumni tersebut, semoga diberikan kekuatan dan keberkahan dalam menghadapi tantangan yang ada di dunia profesional. Semoga langkahnya penuh keberhasilan, dan cita-citanya untuk memajukan bidang perikanan dapat tercapai dengan sukses. Kami berharap kalian dapat menciptakan dampak positif yang besar bagi masyarakat dan dunia perikanan. Dengan pencapaian yang gemilang ini, diharapkan alumni Program Studi Akuakultur UMM dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terus bersemangat dan berusaha keras dalam mengejar prestasi akademik maupun karir di masa depan. Salam Bahari, Salam Jaya Selalu

Wisudawan Berprestasi, jadi Ojek Online hingga Bisnis Budidaya Udang

Pernah menjadi driver ojek online hingga bercita-cita menjadi pelopor bisnis udang di Bojonegoro. Proses itulah yang sudah dialami oleh salah satu lulusan berprestasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Agill Thevany. Adapun bisnis udangnya merupakan hasil dari penerapan program kelas keahlian Center of Excellence (CoE) budi daya udang, yang menjadi implementasi nyata program pemerintah, yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa Prodi Akuakultur itu bahkan berhasil menyelesaikan studi sarjananya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sangat memuaskan. Pria disapa Agil ini mengatakan alasannya menjadi driver ojol karena untuk menambah uang saku. Selain itu, juga berupaya meringankan beban orang tua dalam membiayai dirinya hidup di Malang. “Jadi ojol itu sebenarnya sudah saya lakoni dari sebelum kuliah. Kebetulan dulu ada waktu luang sembari menunggu hasil pengumuman masuk kuliah,” kata dia. Pemuda asal Bojonegoro itu juga memiliki ketertarikan mengembangkan budi daya udang di kota asalnya. Apalagi, komoditas udang di Bojonegoro sangat jarang, bahkan mungkin tidak ada. Dari situlah ia melihat peluang besar yang bisa ia gali. Apalagi ia sempat diarahkan prodi Akuakultur UMM untuk magang di perusahaan tambak udang yang besar. Menurut dia, selama magang itulah ia bisa tahu banyak hal terkait bisnis udang. Ia diajari proses awal persiapan hingga akhirnya bisa memanen. “Saya jadi tahu banyak jenis udang serta jenis apa saja yang bagus untuk dijual. Dari pengalaman dan ilmu itulah, saya merintis usaha di dekat rumah saya Bojonegoro,” katanya menjelaskan. Adapun budi daya udang yang ia tekuni tergolong baru. Ia baru sekali memanen udang yang ia budi daya dan cukup menguntungkan. Apalagi di daerahnya, harga udang di pasar mencapai Rp 60 ribu untuk per kilogramnya. Ia merasa cukup beruntung karena orang tua selalu mendukung apapun keinginannya. Hal ini termasuk untuk usaha budi daya udang. Sejauh ini sudah ada empat kolam udang di rumah. Adapun jenis udang yang dia kembangkan adalah vaname. Jenis ini dipilih karena memiliki usia budi daya yang lebih rendah. Kemudian pertumbuhan lebih cepat dan lebih kuat terhadap penyakit. Pria kelahiran 2001 itu berharap ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak hanya menjadi angin lalu. Namun, mampu mendorongnya untuk bermanfaat bagi sesama. Hal ini paling tidak ke orang-orang terdekat di kampungnya. Ia juga berharap, usaha udangnya semakin maju sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan membantu sesama. Menurut dia, sarjana tidak harus selalu bekerja di kantor atau gedung tinggi, tetapi juga bisa membangun daerahnya menjadi lebih baik. “Sekalipun perubahan yang dibuat berada dalam lingkup yang kecil,” kata dia menambahkan.