Perkuat Sektor Maritim, Dosen Perikanan UMM Hadiri Pelantikan Pengurus JALAMU Kabupaten Malang

MALANG – Sinergi antara akademisi dan praktisi perikanan kembali diperkuat melalui kehadiran dosen Program Studi Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam acara Pelantikan Pengurus JALAMU (Jama’ah Nelayan Muhammadiyah) Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 7 Februari 2026 ini, menandai babak baru penguatan komunitas nelayan di wilayah pesisir Malang Selatan. Keterlibatan dosen perikanan UMM dalam struktur maupun pendampingan JALAMU diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan nelayan lokal. Dengan dukungan basis keilmuan dan teknologi tepat guna dari kampus, para pengurus baru JALAMU diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mengadvokasi kebutuhan nelayan, mulai dari modernisasi alat tangkap hingga pengelolaan hasil laut yang berkelanjutan. “Semoga kontribusi dan pengabdian bapak-bapak pengurus yang baru dilantik dapat menjadi energi baru dalam menguatkan posisi nelayan di Kabupaten Malang,” ungkap salah satu perwakilan. Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam memberdayakan ekonomi umat di sektor bahari.
Lawan Polusi Plastik, Ubah Sampah Jadi Ecobrik

MALANG – Perikanan UMM mengambil langkah konkret dalam mendukung poin SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya nomor 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta nomor 14 terkait Ekosistem Laut. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, mereka menginisiasi pembuatan ecobrik sebagai solusi inovatif menangani limbah plastik. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengedukasi warga tentang bahaya mikroplastik yang mengancam ekosistem perairan. Mereka mempraktikkan cara mengubah sampah plastik yang sulit terurai menjadi bata ramah lingkungan dengan memasukkannya ke dalam botol bekas hingga padat. Produk ecobrik ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan alternatif atau furnitur sederhana. Inisiatif ini membuktikan bahwa mahasiswa perikanan tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga aktif menjaga kelestarian lingkungan dari hulu. Dengan mengubah sampah menjadi barang bernilai guna, mereka berharap dapat memutus rantai polusi plastik yang kerap berakhir di sungai dan laut, demi menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di masa depan.