Dosen UMM ajarkan Budidaya Perikanan Berkelanjutan melalui Sistem Akuaponik di Lawang, Kabupaten Malang

Dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas pembudidaya ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Malang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ikan Lele Sistem Akuaponik pada Rabu, 12 Februari 2026, bertempat di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan yang merupakan bagian dari program DBH CHT Tahun Anggaran 2026 ini menghadirkan Kepala Laboratorium Perikanan UMM, Bapak Indra, sebagai pemateri utama. Dalam kesempatan tersebut, peserta yang terdiri dari masyarakat dan pembudidaya ikan mendapatkan pemahaman mengenai teknik budidaya ikan lele berbasis sistem akuaponik yang terintegrasi dengan tanaman. Dalam pemaparannya, Bapak Indra menjelaskan bahwa sistem akuaponik menjadi solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan efisiensi budidaya, tetapi juga ramah lingkungan. “Sistem akuaponik memungkinkan kita untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas dengan hasil yang lebih maksimal, karena menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman teknis dalam pengelolaan kualitas air serta pemilihan komponen dalam sistem akuaponik. “Kunci keberhasilan budidaya ini terletak pada manajemen air dan keseimbangan ekosistem. Jika dikelola dengan baik, hasilnya dapat lebih produktif dan berkelanjutan,” tambahnya. Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga berdiskusi langsung terkait kendala yang dihadapi di lapangan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengimplementasikan sistem budidaya ikan lele berbasis akuaponik secara mandiri, sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan ekonomi masyarakat di sektor perikanan.

Dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas pembudidaya ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Malang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ikan Lele Sistem Akuaponik pada Rabu, 12 Februari 2026, bertempat di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan yang merupakan bagian dari program DBH CHT Tahun Anggaran 2026 ini menghadirkan Kepala Laboratorium Perikanan UMM, Bapak Indra, sebagai pemateri utama. Dalam kesempatan tersebut, peserta yang terdiri dari masyarakat dan pembudidaya ikan mendapatkan pemahaman mengenai teknik budidaya ikan lele berbasis sistem akuaponik yang terintegrasi dengan tanaman. Dalam pemaparannya, Bapak Indra menjelaskan bahwa sistem akuaponik menjadi solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan efisiensi budidaya, tetapi juga ramah lingkungan. “Sistem akuaponik memungkinkan kita untuk mengoptimalkan lahan yang terbatas dengan hasil yang lebih maksimal, karena menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman teknis dalam pengelolaan kualitas air serta pemilihan komponen dalam sistem akuaponik. “Kunci keberhasilan budidaya ini terletak pada manajemen air dan keseimbangan ekosistem. Jika dikelola dengan baik, hasilnya dapat lebih produktif dan berkelanjutan,” tambahnya. Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga berdiskusi langsung terkait kendala yang dihadapi di lapangan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengimplementasikan sistem budidaya ikan lele berbasis akuaponik secara mandiri, sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan ekonomi masyarakat di sektor perikanan.