
MALANG – Perikanan UMM mengambil langkah konkret dalam mendukung poin SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya nomor 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta nomor 14 terkait Ekosistem Laut. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, mereka menginisiasi pembuatan ecobrik sebagai solusi inovatif menangani limbah plastik.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengedukasi warga tentang bahaya mikroplastik yang mengancam ekosistem perairan. Mereka mempraktikkan cara mengubah sampah plastik yang sulit terurai menjadi bata ramah lingkungan dengan memasukkannya ke dalam botol bekas hingga padat. Produk ecobrik ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan alternatif atau furnitur sederhana.
Inisiatif ini membuktikan bahwa mahasiswa perikanan tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga aktif menjaga kelestarian lingkungan dari hulu. Dengan mengubah sampah menjadi barang bernilai guna, mereka berharap dapat memutus rantai polusi plastik yang kerap berakhir di sungai dan laut, demi menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di masa depan.