Kepala Laboratorium Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P., menjadi pemerhati sekaligus narasumber dalam kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium Farmasi yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampus 3 UMM, GKB 4. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, laboran, serta mahasiswa yang aktif berkegiatan di laboratorium.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman serta kesiapsiagaan sivitas akademika terhadap potensi risiko kecelakaan kerja di laboratorium. Dalam sesi pemaparan materi, Rindya Ferry Indrawan menekankan bahwa penerapan K3 harus menjadi budaya bersama, bukan sekadar formalitas administrasi.

“Laboratorium adalah ruang belajar sekaligus ruang berisiko. Karena itu, setiap individu harus paham prosedur keselamatan dan tahu apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat terjadi,” ujar Rindya.

Tidak hanya penyampaian teori, kegiatan ini juga dilengkapi praktik langsung berupa simulasi penanganan kebakaran. Peserta diajak mempraktikkan penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dengan teknik yang benar, mulai dari cara melepas pin pengaman, mengarahkan nozzle ke titik api, hingga teknik menyapu api dari sisi ke sisi. Selain itu, dilakukan pula simulasi pemadaman api skala kecil menggunakan handuk basah yang ditutupkan ke tong berisi sumber api untuk memutus suplai oksigen.

Simulasi tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta agar tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. “Dengan latihan seperti ini, kita belajar mengendalikan keadaan, bukan justru dikendalikan oleh kepanikan. Respons cepat dan tepat hanya bisa dibentuk melalui pembiasaan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penerapan standar K3 di lingkungan laboratorium UMM semakin optimal. Kolaborasi lintas laboratorium juga menjadi langkah strategis untuk membangun budaya keselamatan kerja yang kuat, disiplin, dan berkelanjutan di seluruh unit akademik.