Malang — Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menggenjot program internasionalisasi melalui kerja sama dengan Shimonoseki City University (SCU), Jepang. Puluhan mahasiswa Akuakultur kini turut serta dalam proses seleksi ketat untuk mengikuti program student exchange, internship, dan beasiswa lanjut studi S2 di Jepang.
Seleksi ini merupakan tahap penting setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan peresmian Japan Academic and Cultural Center (Japan Corner) pada November 2025. Japan Corner hadir sebagai pusat informasi dan persiapan bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan program akademik ke Negeri Sakura.
Dalam tahapan seleksi ini, mahasiswa Program Studi Akuakultur UMM aktif mengikuti berbagai tes, termasuk penilaian akademik, wawancara, dan portofolio. Bagi yang berhasil lolos, UMM melalui Japan Corner akan memberikan bimbingan bahasa Jepang secara intensif selama satu tahun penuh. Program bimbingan ini dirancang sebagai bekal utama agar mahasiswa siap menghadapi kehidupan akademik dan budaya di Jepang, mulai dari kemampuan komunikasi sehari-hari hingga bahasa teknis di bidang akuakultur.
“Melalui bimbingan bahasa Jepang selama satu tahun ini, kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap beradaptasi dengan lingkungan di Shimonoseki City University. Ini menjadi keunggulan tersendiri dari program kerja sama kami,” ujar perwakilan Program Studi Akuakultur UMM.
Program yang ditawarkan meliputi:
- Student Exchange selama satu hingga dua semester
- Internship di laboratorium dan industri perikanan Jepang yang mengusung teknologi modern seperti Recirculating Aquaculture System (RAS)
- Beasiswa lanjut studi S2 bagi mahasiswa berprestasi
Japan Corner berfungsi sebagai “rumah” bagi para calon peserta program. Selain bimbingan bahasa, fasilitas ini juga menyediakan konsultasi, pelatihan budaya Jepang, dan pendampingan proses administrasi visa serta pendaftaran ke SCU.
Rektor UMM menyambut antusiasme mahasiswa Akuakultur dalam mengikuti seleksi ini. “Kehadiran Japan Corner dan program bimbingan bahasa satu tahun ini membuktikan komitmen UMM untuk benar-benar mempersiapkan mahasiswanya agar sukses di kancah internasional,” katanya.
Bagi mahasiswa Akuakultur UMM yang ingin bergabung, pendaftaran dan sosialisasi seleksi selanjutnya akan segera diumumkan melalui Japan Corner dan situs resmi Program Studi Akuakultur. Informasi lengkap juga dapat diperoleh langsung di Japan Academic and Cultural Center UMM.
Dengan adanya persiapan matang ini, diharapkan semakin banyak lulusan Akuakultur UMM yang mampu berkontribusi pada pengembangan sektor perikanan dan kelautan Indonesia setelah merasakan pengalaman studi dan magang di Jepang.