
MALANG, 03 Maret 2026 – Dalam industri akuakultur, pakan sering kali hanya dipandang sebagai mesin pendorong pertumbuhan. Namun, sebuah perspektif baru menekankan bahwa pakan sejatinya adalah fondasi utama kesehatan organisme yang menentukan stabilitas produksi jangka panjang.
Natasya Rahmayati, mahasiswa Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang, dalam artikel terbarunya menyoroti bahwa komposisi nutrisi yang tepat berperan langsung dalam menjaga kondisi fisiologis, meningkatkan daya tahan terhadap stres, serta memperkuat kemampuan organisme menghadapi serangan penyakit.
Keseimbangan Nutrisi dan Imunitas
Hubungan antara pakan dan kesehatan bersifat kontinu dan kumulatif. Ketidakseimbangan nutrisi—baik kekurangan maupun kelebihan—dapat memicu gangguan fisiologis tersembunyi. Di lapangan, kondisi ini sering kali termanifestasi dalam bentuk:
-
Pertumbuhan yang tidak seragam.
-
Peningkatan rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR).
-
Penurunan tingkat kelangsungan hidup organisme.
Selain itu, pakan dengan kualitas fisik yang buruk atau rendah daya cerna dapat meningkatkan beban metabolik dan memicu gangguan pencernaan. Sisa pakan yang tidak termanfaatkan juga berpotensi menurunkan kualitas air, yang pada akhirnya memperbesar risiko munculnya penyakit oportunistik.
Bahaya Memilih Pakan Hanya Berdasarkan Harga
Natasya juga menyoroti fenomena di tingkat pembudidaya yang sering kali menjadikan harga murah sebagai faktor dominan dalam memilih pakan tanpa evaluasi performa biologis yang menyeluruh.
“Harga murah tidak selalu identik dengan efisiensi. Variabilitas pertumbuhan dan meningkatnya risiko kegagalan panen justru dapat menambah biaya produksi dalam jangka menengah hingga panjang,” tulis Natasya dalam artikelnya.
Pendekatan Berbasis Evaluasi Kinerja
Sebagai solusi, para pelaku industri didorong untuk beralih ke pendekatan berbasis evaluasi kinerja. Pemilihan pakan seharusnya mengacu pada:
-
Kesesuaian Nutrisi: Harus sesuai dengan fase pertumbuhan dan kondisi fisiologis organisme.
-
Parameter Biologis: Evaluasi berdasarkan laju pertumbuhan, FCR, kelangsungan hidup, dan stabilitas kesehatan populasi.
-
Dukungan Data dan Teknis: Pentingnya ketersediaan data uji lapangan serta pendampingan dari produsen pakan untuk memastikan aplikasi di tambak berjalan optimal.
Pada akhirnya, pakan harus diposisikan sebagai elemen strategis dalam manajemen kesehatan budidaya. Pendekatan yang berbasis pemahaman biologis dan evaluasi objektif akan membantu menekan risiko penyakit serta mendukung keberlanjutan sistem akuakultur di masa depan.