
Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh mengundang kepedulian banyak pihak. Salah satunya datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dosen Program Studi Perikanan UMM, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P., turut turun langsung ke lokasi terdampak sebagai bagian dari tim relawan kemanusiaan.
Indra Fery, bergabung bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur dan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) UMM. Kehadiran mereka di lapangan difokuskan pada upaya respon awal bencana, mulai dari pendampingan masyarakat terdampak, distribusi bantuan, hingga asesmen kondisi di lapangan.
Menurut Indra Fery, bencana tidak hanya menyisakan kerusakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang besar bagi warga. Oleh karena itu, kehadiran relawan di tengah masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
Dalam keterangannya, Indra Fery juga menegaskan bahwa kehadiran relawan bukan hanya soal membawa bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana.
“Bencana seperti ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tapi juga soal kondisi psikologis warga. Kehadiran kami di lapangan adalah untuk membantu semampunya dan memberi penguatan bahwa mereka tidak sendiri.” ujar Rindya Fery Indrawan.
Ia menambahkan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus wujud nyata nilai ke-Muhammadiyahan yang selama ini dijunjung oleh UMM.
“Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi juga pembelajaran kehidupan. Mahasiswa belajar langsung tentang empati, kerja sama, dan bagaimana ilmu bisa hadir untuk kemanusiaan.” tambah Indra Fery.
Partisipasi dosen Perikanan UMM dalam aksi kemanusiaan ini menunjukkan komitmen kampus tidak hanya pada pengembangan akademik, tetapi juga pada nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan lembaga kemanusiaan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana.