Malang — Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin memperkuat internasionalisasinya melalui perjanjian kerja sama dengan Shimonoseki City University (SCU), Jepang. Perjanjian ini mencakup program student exchange, internship, serta beasiswa lanjut studi S2.

Kerja sama ini tidak hanya ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), tetapi juga peresmian Japan Academic and Cultural Center atau yang dikenal sebagai Japan Corner di lingkungan kampus UMM. Japan Corner sengaja didirikan untuk memudahkan akses mahasiswa UMM yang ingin mengikuti berbagai program akademik ke Jepang, mulai dari pertukaran mahasiswa, magang, hingga melanjutkan pendidikan pascasarjana.

“Japan Corner menjadi pusat informasi, pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, serta wadah konsultasi bagi mahasiswa yang berminat mengikuti program internasional. Fasilitas ini dirancang agar mahasiswa lebih mudah mempersiapkan diri, mulai dari pendaftaran student exchange hingga proses pengajuan beasiswa S2 di Shimonoseki City University,” ujar salah satu perwakilan UMM.Melalui perjanjian ini, mahasiswa Program Studi Akuakultur UMM berkesempatan mengikuti program pertukaran mahasiswa selama satu hingga dua semester di Jepang. Selain itu, tersedia kesempatan internship di laboratorium dan industri perikanan Jepang yang terkenal dengan teknologi budidaya perairan modern dan berkelanjutan, seperti sistem resirkulasi akuakultur (RAS).Keunggulan lain dari kerja sama ini adalah peluang beasiswa lanjut studi S2. Mahasiswa berprestasi dari Prodi Akuakultur dapat melanjutkan pendidikan magister di SCU dengan dukungan beasiswa penuh atau parsial, sekaligus memperdalam pengetahuan di bidang akuakultur, perikanan, dan agribisnis kelautan.

Japan Corner juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi untuk penelitian bersama, dialog budaya, serta persiapan mahasiswa sebelum berangkat ke Jepang. Dengan hadirnya fasilitas ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa UMM — khususnya dari Program Studi Akuakultur — yang dapat merasakan pengalaman pendidikan berkualitas internasional.Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen universitas untuk mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Kehadiran Japan Corner menjadi babak baru yang sangat strategis. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses program akademik, tetapi juga pemahaman budaya yang lebih mendalam,” katanya.Bagi mahasiswa yang tertarik, Program Studi Akuakultur UMM bersama Japan Corner akan segera menggelar sosialisasi dan pendaftaran program student exchange, internship, serta beasiswa S2. Informasi lengkap dapat diperoleh melalui Japan Corner, situs resmi Prodi Akuakultur UMM, atau bagian Kerja Sama Internasional Fakultas.