Waspada Invasi Ikan Sapu-Sapu: Ancaman bagi Ekosistem Sungai
Waspada Invasi Ikan Sapu-Sapu: Ancaman bagi Ekosistem Sungai

Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys pardalis), yang sering dianggap sebagai “ikan pembersih” akuarium, ternyata menyimpan fakta mengerikan saat dilepasliarkan ke sungai. Pakar Perikanan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP., memperingatkan bahwa ikan ini telah menjadi spesies invasif yang mengancam kelestarian ikan endemik dan keseimbangan ekosistem perairan darat.

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Berbahaya?

Menurut Fery, ada tiga dampak utama yang ditimbulkan oleh ledakan populasi ikan ini:

  1. Persaingan Nutrisi: Merebut sumber pangan alami (alga) dari ikan lokal.

  2. Dominasi Ruang: Populasi yang masif menggeser habitat asli ikan lokal.

  3. Perusakan Habitat: Kebiasaan menggali lubang di tepian sungai memicu erosi dan merusak tempat pemijahan ikan lokal.

Selain itu, ikan ini bersifat oportunistik dengan memangsa telur dan larva ikan lokal seperti wader, nilem, dan tawes. Ketahanannya di air tercemar serta tubuhnya yang berduri keras membuatnya sulit dibasmi oleh predator alami.

Langkah Solutif

Menghadapi ancaman ini, Laboratorium Perikanan UMM melakukan langkah strategis melalui riset pemijahan dan program restocking (pelepasan kembali) ikan lokal ke Sungai Brantas. Fery juga menyarankan pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku tepung ikan atau pakan ternak, serta mengimbau masyarakat untuk berhenti membuang ikan peliharaan ke sungai guna menjaga ketahanan pangan nasional.