Salam IJOTA – Jurnal ilmiah berkala Prodi Akuakultur UMM kini terakreditasi Sinta
Senin 1 Februari 2021 menjadi hari bersejarah bagi Prodi Akuakultur UMM. Berita gembira yang dinanti-nanti oleh civitas akademik Program Studi UMM telah datang. Diiringi datangnya surat keputusan (SK) dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi nasional yang dibuat oleh Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan dengan nomor B/1796/E5.2/KI.02.00/2020, secara resmi menyatakan jurnal IJOTA (Indonesian Journal of Tropical Aquatic) telah terakreditas dari terindek Sinta grade 5. Melalui surat tersebut juga menjelaskan bahwa seluruh artikel jurnal yang terbit di IJOTA mulai dari volume pertama telah terindek Sinta. Sukses ini menjadi pintu gerbang baru bagi IJOTA untuk lebih diakui dalam dunia publikasi ilmiah nasional dan internasional. IJOTA (Indonesian Journal of Tropical Aquatic) merupakan Jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dibulan Februari dan Agustus setiap tahun. IJOTA terbit pertama pada bulan Agustus tahun 2018. Jurnal tersebut merupakan jurnal internasional berbahasa inggris yang memuat naskah publikasi hasil riset di bidang-bidang perikanan dan akuakultur secara khusus. Jurnal ini digawangi oleh para peneliti yang berpengalaman di Prodi Akuakultur UMM dan juga berbagai peneliti di banyak institusi baik pemerintah, maupun perguruan tinggi di bidang perikanan. Cover IJOTA terbitan pertama. Dengan adanya indeksasi pada Sinta tersebut telah mempertegas eksistensi IJOTA dalam publikasi artikel ilmiah di bidang perikanan tropis di kancah nasional. Tidak cukup disitu, IJOTA juga telah menancapkan eksistensinya dan visibilitasnya dalam ranah publikasi di tingkat internasional. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pengindek-pengindek internasional yang telah menautkan datanya dengan IJOTA seperti DRJI, Copernicus, Google Scholar, PKP dan lainnya. Dengan adanya indeksasi tersebut diharapkan gaung dari informasi ilmiah yang ada dalam IJOTA semakin meluas dan dapat bermanfaat bagi masyarakat ilmuan di seluruh dunia. Semangat terus berkembang untuk meningkatkan kualitas publikasi IJOTA terus ditingkatkan dengan harapan akan semakin meningkatkan kemanfaatan jurnal ini bagi seluruh masyarakat ilmuan. IJOTA juga memantabkan diri untuk terus meningkatkan reputasi baik nasional melalui pemeringkatan Sinta dan juga internasional melalui indeksasi DOAJ dan Scopus nantinya.(nod) Informasi lebih lengkap tentang IJOTA dapat berkunjung ke https://ejournal.umm.ac.id/index.php/ijota/index
YAP 2020 – Millenial Berani Jadi Aquaculturist
Beberapa siswa jenjang SMA/SMK dan mahasiswa dari berbagai universitas mengikuti acara workshop Youth Agriculturist 2020 yang diadakan oleh jurusan Perikanan Fakultas Peternakan Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) secara virtual. “Acara ini dilaksanakan dengan konsep bahwa belajar ilmu perikanan sangat menyenangkan khususnya bagi generasi milenial yang sekarang akan lulus sekolah jenjang SMK atau SMA. Sebab ilmu perikanan menggunakan teknologi dapat menghasilkan berbagai keuntungan untuk masa depan,” ujar Anis Zubaidah S.Pi, M.Si, tadi pagi. Dari peserta yang hadir, kata Anis workshop Aquascape diikuti oleh beberapa mahasiswa perikanan ini dapat dijadikan sebagai usaha kreasi yang dapat menghasilkan uang. “Jadi jurusan perikanan kali ini memberikan pengetahuan tidak hanya teori didalam kelas saja tetapi juga memberikan bimbingan praktikum agar mahasiswa dapat mengasah skill dan berkreasi sesuai dengan skill yang mereka miliki,” kata Anis.Dikatakan Anis ada sesuatu yang berbeda dari biasanya. Workshop kali ini mengajarkan seni dunia perikanan yang dilakukan dengan penataan tanaman, batu, karang, dan kayu di dalam air. Namanya Aquascape. Menurut Anis workshop tentang aquascape karena memberikan wawasan serta ide baru untuk pembuatan aquascape. Beberapa style yang di jelaskan kali ini tentang penggunaan nature aquarium yaitu menyelaraskan dan mengelompokkan batu, kayu apung, dan tanaman air untuk menciptakan representasi miniatur air. “Aquascape kali ini juga menghadirkan versi skala kecil dengan berbagai macam versi agar peminat aquascape tidak merasa jenuh dan bosan karena ini kan sifatnya berkreasi yang menyenangkan,” ucapnya. Anis menyakinkan dari gambaran tentang workshop Aquascape ini, dijamin bahwa kuliah mengambil prodi perikanan tidak akan rugi justru menyenangkan bermain dengan teknologi tepat guna bisa dijadikan sebagai usaha yang akan dikembangkan ke daerah dan memunculkan ide bisnis.
Prof. H.A. Malik Fajar, M.Si Tutup Usia
KETUA Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc. berpulang di usia 81 tahun. Rektor UMM periode 1983-2000 ini menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan. Kabar meninggalnya Prof. Malik Fadjar itu dibenarkan pihak UMM pada Senin (7/9) malam melalui siaran resminya. Abdul Malik Fadjar lahir di Yogyakarta pada 22 Februari 1939. Ia dikenal sebagai tokoh bangsa yang sangat peduli pada dunia pendidikan. Sebagai anak seorang guru yang juga aktivis Muhammadiyah, Malik Fadjar adalah sosok yang mewarisi jiwa aktivisme dan kepemimpinan ayahnya, Fadjar Martodiharjo yang di kalangan Muhammadiyah dikenal sebagai tokoh yang bijaksana dan mengayomi. Darah guru terbukti menancap kuat dalam dirinya, terutama sejak ia menjadi guru agama di daerah terpencil di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959, yaitu Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang. Selanjutnya, perjalanan hidupnya tak pernah lepas dari dunia pengajaran dan pendidikan. Selepas dari SRN Taliwang, ia berturut-turut kemudian mengajar di Sekolah Guru Bantu (SGB) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Sumbawa Besar NTB pada rentang 1960-1963, dosen Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang pada 1972, dosen dan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hingga 1983, dan kemudian menjadi rektor di dua kampus, yaitu di UMM pada 1983-2000 dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 1994-1995. Selama puluhan tahun menjadi guru di Muhammadiyah, ia tak sekadar menjadi seorang pendidik, tapi juga berkontribusi besar membangun sekolah-sekolah Muhammadiyah dan perpustakaan desa di daerah Yogyakarta dan Magelang. Kesuksesannya dalam mengembangkan pendidikan, terutama pendidikan Islam, membuat namanya kian disegani dalam dunia pendidikan Indonesia. Terlebih, ia mampu membawa UMM yang semula tak begitu dipandang menjadi kampus yang amat disegani dalam konteks nasional bahkan internasional. Hal itu membuatnya dipercaya sebagai Menteri Agama di era Presiden BJ Habibie pada 1998-1999 dan Menteri Pendidikan Nasional di era kepemimpinan Megawati Soekarnoputri 2001-2004. Bahkan, ia juga sempat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ad-interim menggantikan Jusuf Kalla yang ketika itu mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pemilu 2004. Di samping itu, Malik juga aktif di Ikatan Cendekiwan Muslim Indonesia (ICMI) dan Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS). Jati diri Malik Fadjar sebagai seorang pendidik, begitu pula karakter kepemimpinannya yang memiliki pengaruh demikian besar itu tidak terjadi begitu saja. Dari riwayat pendidikannya, terlihat bahwa ia memang memiliki passion yang amat besar untuk menjadi seorang guru. Malik memulai pendidikannya di SRN Pangenan Kertoyudan, Magelang, Jawa Tengah pada 1947. Ia selanjutnya bersekolah di Pendidikan Guru Agama Pertama Negeri (PGAPN) Magelang pada 1953 dan Pendidikan Guru Agama Atas Negeri (PGAAN) Yogyakarta pada 1957. Ia kemudian kuliah di IAIN Sunan Ampel Malang pada 1963 dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Kemasyarakatan Islam pada 1972. Tujuh tahun setelahnya, yaitu pada 1979, ia melanjutkan studinya di Florida State University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science di bidang pengembangan pendidikan pada 1981. Kepakarannya di bidang pendidikan kian lengkap setelah Malik dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel pada 1995. Kemudian pada 2001, Malik mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa di bidang kependidikan Islam dari Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tak perlu diragukan lagi, pada diri tokoh pendidikan yang tak pernah berhenti berkarya ini, mengalir darah guru dan darah Muhammadiyah, demikian ungkap Anwar Hudijono, penulis perjalanan hidup Malik Fadjar. Sungguh lengkap kiprah Malik Fadjar, mulai dari praktisi pendidikan paling dasar, birokrat pendidikan, hingga cendekiawan Muslim yang senantiasa berpikir soal kemajuan bangsanya. Ibarat pena, Malik Fadjar adalah tinta yang tak pernah habis. Guru adalah jiwanya. Penghayatan terhadap filosofi guru menjadikannya seorang guru yang sebenar-benarnya guru, hingga menjadi Menteri para Guru (Mendiknas). (*)
Tangguh Pakan Ikan: PS Akuakultur UMM dampingi pembudidaya ikan Karangbesuki untuk mandiri pakan
Lowokwaru, MC – Jurusan Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelatihan dan pendampingan produksi pakan ikan mandiri dan manajemen kualitas air pada Kelompok Maju Bersama Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang di Laboratorium Perikanan UMM, Rabu (5/8/2020). Dosen Jurusan Perikanan, Ganjar Adhy Wirawan mengungkapkan awal dari kegiatan ini adalah adanya keluhan dari salah satu kelompok pembudidaya ikan Kelompok Maju Bersama. Di mana dalam usaha budidaya ikan kelompok tersebut mengalami kesulitan terkait pakan karena harga pakan terus meningkat. “Pakan komersil buatan pabrik saat ini mencapai antara Rp 11.500 sampai dengan Rp 12.500 per kilogram sehingga membuat biaya pengadaan pakan menjadi sangat besar,” jelas Ganjar Adhy Wirawan. Dengan harga pakan sebesar itu tentu sangat memberatkan petani dan mencapai 60 persen dari total biaya produksi. Ketergantungan pada pakan pabrik juga begitu besar, keadaan ini masih ditambah masih kurangnya informasi pada pembudidaya ikan bagaimana mengelola kualitas air yang baik dan ramah lingkungan. ”Dari masalah itu kami berikan teknologi kepada para pembudidaya ikan di Kota Malang agar mampu memproduksi pakan mandiri. Sehingga hasil perikanan yang dibudidayakan bisa lebih baik,” tegasnya. Dari latar belakang tersebut akhirnya terjalin kerja sama antara kelompok pembudidaya ikan dengan Jurusan Perikanan UMM. Melalui kegiatan ini dicarikan solusi melalui alih teknologi, alih informasi terkait pembuatan pakan mandiri dan bagaimana menjaga kualitas air. Kagiatan ini tidak hanya diikuti oleh kelompok pembudidaya ikan, tetapi dari berbagai kelompok pembudidaya ikan di Kota Malang. Di mana produk yang dibuat kelompok ikan di Kota Malang beragam, mulai dari ikan lele, nila, koi, dan berbagai jenis ikan hias lainnya. Melalui kegiatan ini kelompok pembudidaya ikan memperoleh alih informasi dan teknologi. Sehingga bisa menyusun formulasi pakan, cara membuat pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal. Hal itu dilakukan dengan pemanfaatan limbah ikan, limbah ampas tahu, limbah roti, bekatul, azola, umbi-talas, tepung bekicot, dan berbagai bahan lainnya. Produk pakan nantinya dapat dibentuk menjadi pakan fermentasi maupun pakan pelet ikan. Dengan biaya produksi pakan sekitar Rp6.500 hingga Rp7.500 per kilogram produk pakan pembudidaya ikan nantinya dapat dipasarkan dengan harga Rp8.500 hingga Rp9.500 per kilogram. Melalui kegiatan ini bisa menjadi kegiatan usaha dalam mendukung aktivitas budidaya ikan. https://mediacenter.malangkota.go.id/2020/08/jurusan-perikanan-umm-bantu-pembudi-daya-ikan/
OHOP + Mini Aquaponic
OHOP – merupakan singkatan dari “One House One Pond”. Sebuah konsep kemandirian pangan dengan satu kolam ikan produktif dan higienis dalam satu lingkungan keluarga. Konsep ini digagas oleh Riza Rahman Hakim, S.Pi M.Sc, dosen Program Studi Akuakultur/Perikanan UMM. Konsep tersebut mendorong agar setiap rumah khususnya diperkotaan (lahan sempit) memiliki 1 kolam (terpal) sebagai sumber produksi pangan protein hewani yaitu iikan. Konsep OHOP ini telah dikembangkan sejak 2012 dan telah menjadi materi dari banyak pelatihan. Bahkan OHOP telah menghantarkan lulusan Kasetsart University of Thailand tersebut ke Belanda untuk memaparkan idenya disana. Saat ini OHOP telah dikembangkan dan diintegrasikan dengan Aquaponic, sehingga tidak hanya produksi ikan namun juga sayuran untuk melengkapkan kemandirian pangan. Yuk kita lihat langsung apa itu OHOP di video berikut. Download juga materi OHOP pada file dibawah.
NADJIKHOLIC – Sang Teri Menggurita
NADJIKHOLIC Oleh: Riza Rahman Hakim (Dosen Jurusan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Malang) Kiranya sudah banyak yang menuliskan kisah tentang sosok Mohammad Nadjikh, yang baru meninggal dunia hari Jum’at (17 April 2020) lalu. Beliau adalah CEO PT. Kelola Mina Laut (KML) yang kini memiliki lebih dari 60 pabrik industri perikanan terpadu kelas dunia. Sebenarnya saya agak grogi mau menulis tentang kisah beliau. Akan tetapi saya tekadkan untuk menulis atas kekaguman saya pada beliau, dan semoga bisa menjadi inspirasi. Termasuk dari judul tulisan ini mungkin juga subyektif dan terkesan berlebihan, hanya berdasar rasa kekaguman pada seseorang. Tapi dibalik itu, bisa jadi judul ini akan menjadi kenyataan bila banyak yang kagum dan terinspirasi dari sepak terjang pak Nadjikh, sehingga muncul Nadjikholic, sebagai sebutan fans beratnya pak Nadjikh. Cover buku biografi Mohammad Nadjikh. Saya bertemu dengan pak Nadjikh mungkin sekitar 10 kali, dan pertemuan terakhir dengan beliau adalah saat peresmian pabriknya yang ke-64 di Temanggung. Orang yang sangat berjasa memperkenalkan saya pada beliau adalah Dr. David Herwaman, yang sekarang menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang. Tentu pak David sekarang sangat kehilangan sosok pak Nadjikh, sebagai seorang sahabat dan teman diskusi dalam pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia. Hampir semua perjumpaan saya dengan pak Najidkh selalu dengan pak David. Dan yang cukup terkesan adalah pernah 3 kali, kami hanya bertiga berbincang-bincang santai sambil mengulas seputar potensi perikanan Indonesia. Pak Nadjikh juga beberapa kali memberi motivasi agar Jurusan Perikanan UMM memiliki keunikan tersendiri, agar lulusannya memiliki daya saing yang tinggi. Sejak pertama berjumpa dengan pak Nadjikh, saya langsung kagum. Bisa disimpulkan beliau adalah sosok yang optimis, kreatif, visioner, humble, dermawan, dan masih banyak lagi yang bisa disematkan pada beliau. Banyak orang yang bukan dari ‘perikanan’ belum kenal beliau, tetapi setelah video biografi singkat tentang pak Nadjikh viral di medsos, kini mulai pada kagum. Bila ingin tau lebih detail tentang sosok pak Nadjikh, bisa membaca buku tentang biografi beliau berjudul “Mohammad Nadjikh; Sang Teri Menggurita” (2019). Peresmian pabrik Kelola Group yang ke-64 di Temanggung Jateng, dari kiri Riza, M. Nadjikh, Wachid (Kajur ITP UMM), dan Ganjar (Kajur Perikanan UMM). Saya lebih suka menyebut beliau sebagai saudagar, muslim, dan pribumi. Kombinasi ketiga itu merupakan kekuatan yang dahsyat. Pertama, sebagai saudagar. Pak Najidkh bukan hanya seorang pengusaha biasa, tapi beliau adalah saudagar. Usaha yang dijalankannya selama 25 tahun di bawah Holding Company KELOLA Grup, sebagai transformasi dari PT. KML, merupakan usaha dari hulu sampai hilir dengan brand perusahaan makanan terpadu (Integrated Food Industry). Dimulai dari bisnis ikan Teri, dan sekarang telah menjadi perusahaan seafood kelas Kakap yang meng Gurita, hingga ekspornya merambah ke 30 negara, diantaranya Jepang, Amerika, Eropa, Australia, New Zeland, dsb. Kenapa bisnis pak Nadjikh bisa sebesar itu, kata pak Dahlan Iskan, karena pak Nadjikh menjalankan “Tauhid Bisnis”. Inti dari Tauhid adalah meng-Esa-kan atau menomor satukan, tidak menduakan, apalagi mentigakan. Kurang lebih 15 tahun pertama, pak Nadjikh menjalankan bisnisnya fokus di perikanan, mulai dari hulu sampai hilir beliau jalankan. Bahkan hingga akhir hayatnya beliau juga tidak tergoda untuk terjun di dunia politik. Karena memang beliau ingin benar-benar fokus untuk membesarkan bisnisnya yang terkait pangan ini. Seperti yang tertuang dalam slogan KML Food, yaitu “Kitchen of Indonesia”. Beliau ingin produk KML food menjadi kebanggaan keluarga Indonesia, serta ada di setiap dapur dan lemari es rumah tangga Indonesia. Sehingga orang Indonesia menjadi sehat dan cerdas dengan banyak mengkonsumsi olahan ikan yang siap saji. Dalam bisnisnya pun pak Nadjikh juga memberdayakan masyarakat ‘bawah’. Pemberdayaan terhadap nelayan dan penduduk sekitar pabrik perusahaannya adalah bukti kepeduliannya yang tinggi untuk mengangkat ekonomi masyarakat ‘bawah’. Saat ini ada sekitar 18.000 karyawan di seluruh perusahaannya, dan membina lebih dari 350.000 nelayan di seluruh Indonesia. Meminjam istilah dari Sang Motivator Reza M. Syarif, boleh dikatakan pak Nadjikh ini tergolong orang yang “Signifikan”. Yang mana Signifikan ini levelnya lebih tinggi dari orang yang “Luar Biasa”, karena kesuksesan bukan hanya untuk dirinya, tapi juga dapat mensukseskan orang lain. Kedua, sebagai seorang muslim. Sebagai seorang saudagar, pak Nadjikh tidak larut dalam bisnisnya. Beliau juga aktif terlibat dalam organisasi ke Islaman, bahkan menduduki jabatan yang penting. Beliau adalah Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim. Pak Nadjikh sangat menginginkan seorang muslim itu selain kuat memegang teguh agamanya, juga berdaya secara ekonomi, sehingga diperhitungkan di level nasional maupun internasional. Beliaulah yang merintis berdirinya Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) dengan membentuk PT. Daya Matahari Utama (DMU) yang 100% sahamnya dimiliki oleh PWM Jatim. Selain itu, beliau juga gigih membentuk dan mengembangkan aktivitas Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM). Bahkan beliau juga pernah melontarkan rencana melahirkan satu juta pengusaha muslim dari Muhammadiyah. Sering saya memberikan motivasi pada mahasiswa saya, bila ingin menjadi pengusaha muslim sukses di sektor perikanan, contohlah pak Nadjikh. Terkadang sambil saya bercanda, bila mahasiswa perikanan tidak mengenal sosok pak Nadjikh, maka patut dipertanyakan kesarjanaannya. Ketiga, sebagai pribumi. Jujur, saya jarang menjumpai pengusaha perikanan pribumi yang bisnisnya ‘menggurita’ seperti yang dijalani pak Nadjikh. Beliau menguasai semuanya dari hulu hingga hilir. Termasuk packagingnya, branding produknya, dan segala persyaratan produk ekspor yang begitu ketatnya. Makanya boleh dikatakan pak Nadjikh adalah pengusaha muslim pribumi terbesar dalam industri perikanan terpadu kelas dunia. Banyak pengusaha muslim pribumi yang terjun di dunia perikanan tetapi hanya bagian hulunya saja, seperti pemilik kapal penangkap ikan, pemilik tambak udang, atau bagian hilirnya saja seperti pemilik pabrik pengolahan ikan atau pengekspor ikan segar. Diskusi terbatas tentang pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia, dari kiri Dr. David Hermawan (Dekan Fakultas Pertanian-Peternakan UMM), Riza Rahman, dan M. Nadjikh. Disamping itu, yang bisa menjadi inspirasi dari sosok pak Nadjikh adalah bisnisnya yang dibangun dari bawah, bukan dari warisan orang tuanya. Dimulai dari modal puluhan juta dan bekal trust dengan buyer dari Jepang inilah yang kemudian berkembang hingga sekarang. Dengan triliunan devisa yang dihasilkan dari ekspor bisnisnya, puluhan ribu karyawan di perusahaannya, visionernya dalam bisnis dan kepedulian yang tinggi dalam memberdayakan masyarakat ‘bawah’ bisa menjadikan pak Nadjikh sebagai role model bagi seluruh insan perikanan khususnya. Dan tidak menutup kemungkinan role model seperti ini akan melahirkan Nadjikholic, karena pak Nadjikh layak untuk dijadikan sebagai salah satu tokoh besar perikanan Indonesia. Selamat jalan pak Nadjikh. Semoga semua amal kebaikan yang
Pertahanan Diri Terhadap Coronavirus
Coronavirus atau disebut COVID-19 telah dinyatakan sebagai Pandemi oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia), yang artinya telah menyebar hampir diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk itu kenali cara pencegahan dan pertahanan diri untuk menghindari penularan covid-19, berikut cara sederhana pencegahan: 1. Cuci Tangan dengan Benar Secara Teratur. Telapak tangan merupakan bagian yang paling sering kontak dengan lingkungan (benda) yang bisa jadi banyak mengandung patogen baik jamur, bakteri maupun virus (Termasuk Covid-19). Untuk itu secara rutin cuci tangan setelah berkatifitas. 2. Jaga Cukup Jarak dengan Orang Lain. Jaga jarak sekurangnya 1 meter dengan orang lain yang sedang batuk dan bersin. Karena ketika seseorang batuk/bersin akan mengeluarkan sejumlah percikan cairan (spray droplets) dari mulut atau hidung yang kemungkinan mengandung virus. Virus pada droplets yang menempal di benda dapat bertahan sampai beberapa hari hingga ia tersentuh dan mendapat inang baru. 3. Kurangi Menyentuh Hidung, Mata dan Mulut Tangan paling banyak bersentuhan dengan benda yang mengandung patogen. Virus umumnya hanya dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran terbuka tubuh seperti mata, hidung dan mulut. 4. Lakukan Tindakan Cara Batuk dan Bersin yang Benar Pelajari cara batuk dan bersin yang benar untuk menghindari penyebaran virus. 5. Kenali Gejala, dan Segera Meminta Penanganan Medis Tetap tinggal dirumah jika merasa badan tidak nyaman. Jika merasa demam, dingin, dan sesak nafas segera meminta penanganan medis. 6. Terus Pantau Informasi Terkini dari Sumber Terpercaya Tetap ikuti perkembangan terbaru tentang COVID-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan Anda, otoritas kesehatan publik nasional dan lokal Anda tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari COVID-19. Sumber: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
UMM NEW NORMAL: Canvas – Ngampus Online
Mahasiswa Perikanan – UMM telah sejak lama melakukan proses pembelajaran metode Blended-Learning. Yakni proses pembelajaran yang dilakukan secara konvensional (tatap muka) dan daring (online) yang biasa disebut e-Learning. Seiring terus menyebarnya kasus coronavirus di Indonesia, Pemerintah telah menghimbau untuk mengurangi aktivitas/pertemuan yang melibatkan banyak orang. Proses pendidikan yang biasanya dilakukan di kelas diharapkan dapat dilakukan di rumah masing-masing. UMM juga telah menerbitkan himbauan terkait proses belajar mengajar selama beberapa waktu kedepan (dimulai 16 Maret 2020) dimaksimalkan secara daring/online. Mahasiswa Perikanan sejak 2018 dibekali beberapa platform yang mendukung proses e-Learning tersebut seperti menggunakan Canvas dan Google Classroom. Melalui platform tersebut pembelajaran dilakukan sangat interaktif. Media pembelajaran yang disajikan juga beragam, mulai dari teks book elektronik, journal, video, FGD dan lainnya. Meski aktivitas “ngampus” saat ini tidak dijalankan namun mahasiswa UMM terus produktif. Belajar dapat dilakukan dirumah dengan tetap mendapat pendampingan oleh para dosen pengampu yang profesional dan kompeten di bidangnnya. Siap membentuk insan yang religius, berjiwa entrepreneur dan profesional.
Kembangkang FishEduPark, Perikanan-UMM dibanjiri kunjungan !
Terus memberikan sumbangsih untuk memajukan dunia perikanan, Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat wahana baru yang diberi nama FISHEDUPARK. FISHEDUPARK adalah unit kegiatan dari Jurusan Perikanan yang ditujukan untuk sarana pendidikan sekaligus rekreasi. Transfer ilmu perikanan dilakukan dengan cara sangat menyenankan. FISHEDUPARK diperuntukkan untuk umum dan telah banyak menerima kunjungan seperti Menteri Pendidikan, Delegasi Kementerian Pertanian Palestina, Mahasiswa dari India & Ceko, dan berbagai tingkatan Pendidikan dari SMA hingga Taman Kanak-kanak. Pada FISHEDUPARK terdapat berbagai macam zona edukasi seperti Ornamental Fish Park, Aquatic Organism Preservation Park, Catfish Park, Life Feed Culture Park, Aquaponic Park, Fish Culinary, Aquaculture Training Centre, Aquascape Park. Tidak sampai disitu, oleh karena FISHEDUPARK yang terletak dalam kawasan FPP-Edupark, Pengunjung juga sekaligus dapat belajar tentang berbagai macam produksi pangan meliputi : Agrotechnopark : Pengunjung dapat belajar bagaimana bertani berbagai macam sayuran-sayuran, menanam padi, memetik apel Animalpark : Pengunjung dapat belajar beternak domba, kambing sapi dan ayam petelur, UMM Bakery : Pengunjung dapat belajar cara membuat roti dengan teknologi tinggi Flowerpark : Koleksi berbagai macam tanaman bunga yang apik Seluruh fasilitas/wahana tersebut dapat Anda nikmati dalam 1 area FPP-EDUPARK.
Fishedupark – Perikanan UMM Kembangankan Wisata Edukasi
Malang, Jika anda mulai jenuh dengan rutinitas dan ingin berwisata namun bosan dengan tempat wisata yang selama ini banyak menyuguhkan kesenangan semata, ada baiknya mencoba wisata ilmiah penuh cakrawala dan khasanal ilmu. Wisata yang dimaksud adalah FISHEDUPARK yang dikelola oleh Jurusan Perikanan-UMM. Berlokasi di daerah Dau, Kabupaten Malang atau tepatnya dibelakang kampus III UMM. “Jika kita berkunjung ke Fishedupark kita akan menemukan biota air yang selama ini jarang kita temui. Bukan itu saja, di wisata ini masyarakat juga dapat belajar cara membudidayakan ikan serta teknologinya”, terang Pimpinan Fishedupark Riza Rahman Hakim S.Pi M.Si sekaligus Dosen Jurusan Perikanan-UMM. Menurut Riza, keunggulan Fishedupark bagi pengunjung adalah memberikan tiga manfaat sekaligus yakni, edukasi, wisata dan kuliner. Pengunjung akan di-edukasi tentang budidaya ikan, manajemen kualitas air, pembenihan, dan pembesaran berbagai macam komuditas budidaya. Termasuk teknis budidaya ikan di lahan sempit, sehingga pengunjung nantinya bisa praktek bagaimana membuat kolam terpal sendiri dengan biaya murah namun hasil melimpah. Bukan itu saja, pengunjung juga bisa menikmati wisata Laboratorium terpadu milik Fakultas Pertanian-Peternakan UMM (FPP) yang terdapat dalam satu komplek area dengan Fishedupark. “Ini memang merupakan laboratorium yang dientertainkan. Sehingga masyarakat dapat mengetahui teknologi yang digunakan dan dikembangkan oleh FPP” kata Dr. Ir. David Hermawan, MP. IPM selaku Dekan FPP-UMM. Lebih asyik lagi, imbuh Riza, masyarakat diajak menikmati teknologi akuatik, memberi makan ikan, memancing, dan ditutup dengan menikmati kuliner ikan organik. Alumni S2 Kasetsart University Thailand ini menegaskan Kunjungan sebaiknya dilakukan secara kelompok. Hanya dengan tiket masuk 20 ribu/orang, pengunjung nantinya akan didampingi oleh mahasiswa-mahasiswa cemerlang FPP untuk berkeliling ke seluruh area FPP-EDUPARK. Pada rangkaian kunjungan, pengunjung akan diajak masuk untuk melihat proses produksi sekaligus membuat roti di UMM Bakery yang nantinya pengunjung diijinkan memakan secara gratis roti yang buat tersebut. Anda belum cukup dengan itu? “Anda juga akan mendapatkan roti, telur kaya omega3, dan suvenir cantik berupa ikan hias hidup”, terang Riza. Konsep ini mendapat sambutan yang sangat baik dari berbagai kalangan. Fishedupark telah dikunjungi Menteri pendidikan (Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P), Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar), Walikota Malang (Sutiaji) dan berbagai macam stackholder swasta, SMA, SMP, SD bahkan TK/PAUD. Fishedupark terbuka untuk semua kalangan, Jika Anda tertarik berkungjung ke Fishedupark anda wajib melakukan pemesanan jadwal. Hubungi Riza Rahman Hakim : 0857-5597-0555 Editor : dony