Pupuk Nasionalisme, Kedisiplinan, Kemandirian, Kepemimpinan melalui Bela Negara 2023
Dalam rangka membentuk pribadi yang tangguh nan mandiri, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan Bela Negara. Gelaran yang ditujukan bagi mahasiswa baru (maba) tersebut dilaksanakan pada 15-21 Januari 2023. Adapun para maba yang berjumlah lebih dari 483 itu dilatih dan dibina di Pusat Pendidikan Artleri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud). Ditanya ihwal agenda bela negara tersebut, Dekan FPP Dr. Ir. Aris Winaya, M.M. M.Si. mengatakan bahwa tahun ini mereka mengusung semangat UMM Pasti. Para mahasiswa didorong untuk pasti mampu lulus tepat waktu serta pasti menjadi mahasiswa yang mandiri. Maka menurutnya, bela negara ini menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut. Aris, panggilan akrabnya juga menjelaskan mutu pendidikan yang FPP sediakan untuk mewujudkan program UMM pasti. Ada tiga prodi yang sudah terakreditasi Unggul, yakni Agroteknologi, Agribisnis, dan Peternakan. Kemudian adapula dua prodi terakreditasi A yaitu Teknologi Pangan dan Akuakultur. Sedangkan prodi kehutanan mendapatkan predikat Sangat Baik. “Kualitas yang kami sandang ini menunjukkan bahwa kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk bidang akademik maupun non akademik. Sehingga mampu menunjang mahasiswa untuk lulus tepat empat tahun,” imbuhnya Sementara itu, Wakil Dekan I FPP Ir. Henik Sukorini, MP. Ph.D. menjelaskan bahwa saat ini kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan banyak peluang. Utamanya bagi mahasiswa dalam rangka mencapai tujuan lulus tepat waktu. Mereka dapat mengambil kegiatan di luar kampus sejak semester enam untuk akselerasi kelulusan. “Minimal durasi program MBKM ini adalah satu semester. Kegiatan di luar kampus yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa juga bisa dikonversi menjadi 20 SKS,” tutur Henik. Sementara itu, Dr. Ir. Mochammad Chanan, M.P., selaku wakil dekan II FPP mengutarakan bahwa berbagai fasilitas sudah disiapkan. Mulai dari laboratorium yang terintrigasi hingga Edupark yang menurutnya bisa menjadi katalisator mahasiswa untuk segera menyelesaikan studinya. “Saudara-saudara mahasiswa juga harus mengikuti berbagai aktivitas ekstrakuliler agar bsia mempelajari cara berkomunikasi, bersosialisasi dan berdialog,” ungkapnya. Chanan juga sempat menerangkan terkait survey yang dilakukan oleh National Association of College and Employers (NACE). Survey tersebut menyatakan bahwa kesuksesan tidak hanya ditunjukkan oleh indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi saja. Namun dipengaruhi juga oleh komunikasi yang baik dan kerja sama.
Tingkatkan produksi lele di Desa Parangargo Kabupaten Malang dengan aplikasi probiotik dan manajemen kualitas air
Budidaya lele dalam kolam terpal sampai saat ini masih menjadi peminatan bagi pembudidaya skala kecil dan menengah. Salah satunya kelompok pembudidaya di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Meski demikian, kegiatan budidaya ikan lele yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Parangargo masih dipandang sebagai kegiatan ekonomi sampingan atau penunjang, belum sebagai pekerjaan utama. Hal ini disebabkan dengan jumlah kolam yang dimiliki, margin keuntungan yang dihasilkan dinilai masih sedikit, selain adanya sejumlah tantangan lainnya seperti tingginya biaya pakan, resiko kegagalan akibat kematian, kanibalisme dan penyakit. Upaya yang mungkin dilakukan untuk meningkatkan kesuksesan dalam budidaya ikan lele yaitu penggunaan pakan alternatif yang tepat, manajemen kualitas air yang baik. Dalam upaya mengatasi masalah yang dihadapi oleh pembudidaya di Desa Parangargo tersebut, Dosen Program Studi Akuakutur Universitas Muhammadiyah Malang, terus melakukan pendampingan budidaya. Setelah mendapatkan penguatan sistem budidaya menggunakan sistem solar cell dan biona oleh Riza Rahman Hakim dan tim, kini kelompok pembudidaya mendapatkan penguatan penggunaan aplikasi probiotik dan manajemen kualitas air. Penguatan dan pendampingan budidaya tersebut dilakukan oleh Hariyadi, Dony Prasetyo dan Anis Zubaidah dengan mengusung tema aplikasi probiotik dan manajemen kualitas air. Sangat banyak probiotik yang telah beredar dipasaran namun sampai saat ini masyarakat sulit untuk mengevaluasi kinerja probiotik tersebut dalam meningkatkan produktifitas budidaya. Pembudidaya di Desa Parangargo diajarkan cara memilih probiotik yang baik, cara mengkultur dan mengaplikasikan di kolam budidaya. Aplikasi probiotik yang tepat akan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, menjaga kualitas air, dan meningkatkan performa pertumbuhan. Setelah pelatihan dan pendampingan selama 4 bulan di sejumlah pembudidaya telah menunjukkan hasil yang sangat baik yang ditandai peningkatan hasil produksi. Rata-rata rasio konversi pakan di sejumlah pembudidaya membaik menjadi 1,2 sedangkan untuk sintasan atau jumlah persentasi ikan yang hidup meningkat dari 83% menjadi 91%. Selain itu biomas yang dihasilkan permeter persegi juga meningkat menjadi 320 kg. Dengan adanya peningkatan kinerja budidaya tersebut tentunya memberikan keuntungan lebih bagi pembudidaya. Tentunya peningkatan peningkatan produksi tersebut perlu terus dilakukan dengan terus melakukan pendampingan dan kajian pada 3 hingga 5 siklus kedepan.
KESI 2022 – Siswa-Siswi SMA/SMK Jawa Timur Antusias Ikuti Kelas Profesional Udang dan Koi
Malang, Sabtu 12 November 2022 Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kelas Profesional Udang serta Koi bagi siswa SMA/MA/SMK Kelas XII Se-Indonesia pada Sabtu (12/11) di aula BAU dan Laboratorium Perikanan UMM. Disampaikan langsung oleh Kepala Prodi Akuakultur, Dr. Hany Handajani, S.Pi, M.Si, kegiatan ini memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi para peserta. Menurut Hany peserta kegiatan ini banyak mendapatkan keuntungan seperti yang ada di poster pendaftaran secara administratif (free biaya pendaftaran, ilmu teori dan praktik, sertifikat, makan siang, snack+coffee, dan doorprize) juga diberikan bonus khusus bagi peserta yang sudah hadir. Bonus khusus dimaksud Prodi Akuakultur mendata para peserta dengan harapan di kemudian hari apabila peserta ingin bergabung di Prodi Akuakultur UMM akan mendapat beberapa keuntungan seperti gratis uang pendaftaran, bebas tes memilih kelas profesional, dan pendapatan beasiswa akan diprioritaskan. Lebih lanjut, Hany menjelaskan program ini merupakan Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI) diinisiasi oleh universitas dan diminta dilaksanakan daring pada awal tahun. Tetapi setelah ditawarkan oleh prodi Akuakultur mendapati antusiasisme peserta yang masih belum memenuhi harapan. Sehingga di penghujung tahun 2022 ini Prodi Akuakultur mengemas KESI secara luring dengan tema yang menarik. Hadir mengikuti KESI Prodi Akuakultur dikatakan Hany sebanyak 17 sekolah dengan 56 peserta terdaftar di kelas profesional udang dan Koi. Hampir sekolah se Jawa Timur hadir, beberapa sekolah seperti dari Malang, Batu, Ponorogo, Pacitan, Lamongan, Jember hadir di UMM. Bahkan ada pendaftar dari Senayan Kepulauan Riau meskipun akhirnya berhalangan karena terlalu jauh. Kata Hany tujuan program ini untuk menambah kompetensi siswa SMA/MA/SMK di luar kompetensi pembelajaran sederajatnya. Prodi Akuakultur UMM menawarkan kelas profesional udang dan koi yang menjadi kelas unggulan agar menambah wawasan mereka dan meningkatkan keingintahuan yang lebih. “Harapannya siswa itu selain mengetahui pemahaman ketrampilan tentang koi dan udang mereka juga tertarik masuk prodi,” ucap Hany. eserta ternyata sangat tertarik dengan tawaran sebagai mahasiswa prodi Akuakultur UMM, tandas Hany sebab dihadirkan juga guru pendamping yang akan menjalin kolaborasi kerja sama untuk kegiatan seputar sekolah. Seperti contoh apabila sekolah membutuhkan pendampingan karya tulis ilmiah atau pelatihan maka prodi Akuakultur akan siap membantu dengan catatan ada kerjasama yang kuat. Sekedar diketahui, tambah Hany narasumber yang dihadirkan dalam KESI tersebut para dosen prodi Akuakultur. Yaitu Dony Prasetyo, S.Pi, M.Sc terkait materi Budidaya Udang, Riza Rahman Hakim, S.Pi, M.Sc bagaimana Budidaya Koi, Dr. Ir. David Hermawan, MP, HDI, tentang Problematika dan Peluang Bisnis Sektor Pangan, serta praktik langsung yang dibimbing oleh Ganjar Adhywirawan S.Pi, MP di laboratorium Perikanan UMM. Sumber: https://tabloidmatahati.com/ikut-kesi-profesional-udang-koi-peserta-minat-kuliah-prodi-akuakultur-umm/#.Y3DNCPdBxD9 File KESI 2022 – Budidaya Udang
Gelar Malang Koi Show, UMM Perkuat Kelas Profesional Koi
Sinergi antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Malang Koi Club sukses menggelar Malang Koi Show di Malang, Sabtu (27/8). Sebanyak 1.700 ekor ikan koi yang diikutkan dalam kontes ini dilepaskan di akuarium. Malang Koi Show merupakan ajang perlombaan dan termasuk satu dari tiga rangkaian acara yang tersedia. Dua lainnya adalah temu bisnis koi dan peluncuran Center of Excellence (CoE) Koi milik Prodi Akuakultur UMM. Ada sederet piala bergengsi yang diperebutkan, mulai dari Piala Menko PMK, Piala Dirjen Perikanan Budi Daya KKP RI, Piala Bupati Malang, Piala Rektor UMM, hingga Piala Rektor Institut Injil Indonesia. Rektor UMM, Fauzan mengatakan, Malang Koi Show menjadi salah satu energi pendorong bagi kelas profesional koi untuk berkembang. Apalagi sejauh ini, UMM menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki CoE Koi. Pengembangan puluhan CoE di UMM bukan tanpa alasan. Fauzan menegaskan, 2030 menjadi awal puncak bonus demografi. Maka dengan CoE, diharapkan lahir sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dalam menyongsong bonus demografi. Menurut dia, saat ini lulusan perguruan tinggi belum cukup menjawab permasalahan di masyarakat dan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Sebagian besar harus mengikuti pelatihan selama enam bulan hingga setahun agar bisa menjadi SDM siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan industri. Sebab itu, puluhan CoE sekolah profesional dari UMM hadir untuk menjawab hal itu. “Saat masyarakat butuh SDM yang ahli di bidang ikan koi, UMM bisa menyediakannya. Begitu pula di bidang anggrek, kokoa, udang, unggas, dan lainnya,” ungkap Fauzan, Sabtu (27/8). Bupati Malang M Sanusi menilai, UMM selalu menangkap potensi dan peluang yang bisa dikembangkan. Salah satunya buktinya dengan peluncuran CoE Sekolah keahlian Koi. Dari sisi ekonomi, kata dia, berbisnis ikan cukup menguntungkan. Jika dibandingkan dengan penghasilan petani padi, dalam enam bulan mencapai Rp 40 juta dan setahun Rp 80 juta. Maka bisnis ikan tentu menguntungkan, apalagi dalam usaha ikan koi. “Maka, Malang Koi Show menjadi agenda yang bagus untuk mengembangkan bisnis ikan koi dan sebagai upaya edukasi,” katanya. REPUBLIKA.CO.ID, MALANG
Pembukaan Kelas Profesional Udang Tahun Ke-2: Akuakultur UMM Perkuat Kolaborasi dengan Industri
Malang, 14 Juli 2022 Tingginya potensi ekspor udang, melatar belakangi dibuatnya program pembekalan kelas profesional udang untuk mahasiswa program studi Akuakultur angkatan 2019. Pada hari Kamis, para peserta dibekali empat materi dari berbagai praktisi ahli. Materi yang disampaikan adalah manajemen hatchery udang vaname skala industri yang disampaikan oleh Ir. Hari Purnomo, M.ST. dari PT. Summa Benur, manajemen kesehatan udang yang disampaikan oleh Dr. Ir. Heny Budi Utari dari PT. Central Proteina Prima, budidaya udang vaname skala industry yang dipaparkan oleh Ir. Hery Sudarmono dari PT. GAS, serta materi terakhir disampaikan oleh Ir. Nonot Tri Waluyo dari PT. Central Proteina Prima yaitu tentang bisnis tambak skala kecil. Tujuan diberikannya materi-materi tersebut adalah agar para mahasiswa program studi Akuakultur lebih siap untuk terjun di dunia tambak, terutama udang. Acara berjalan lancer mulai dari jam 08.00 WIB hingga petang pukul 17.30 WIB. Selama acara berlangsung, panitia menyediakan coffee break guna mengoptimalkan konsentrasi mahasiswa. Beberapa peserta nampak tekun mencacat materi yang disampaikan oleh pemateri di buku yang sudah disediakan. Peserta pembekalan hari ini terkondisikan dengan baik dan aktif bertanya kepada para praktisi saat penyampaian materi. “Selama ini kami bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang, terutama untuk program kelas professional udang yang digagas oleh program studi Akuakultur ternyata sangat bagus dan bermanfaat dalam menjembatani kebutuhan perusahaan kami dengan UMM,” ujar Dr. Ir. Heny Budi Utari. “Kami sudah dua kali mengikuti program kelas professional udang ini, pada program pertama kami sangat merasakan manfaatnya karena ternyata para lulusan sangat memenuhi standar yang dibutuhkan oleh perusahaan,” lanjutnya. “Kami sebagai produsen pakan udang sangat mendukung program kelas professional udang yang digagas oleh produ Akuakultur UMM, karena dalam sudut pandang perikanan kami sangat membutuhkan banyak teknisi untuk budidaya udang, sehingga jika program ini terus berjalan, maka kami sebagai produsen pakan udang siap untuk mengakomodir lulusan dari prodi Akuakultur UMM menjadi lebih baik,” jelas Bapak Alfan selaku produsen pakan udang, “mayoritas mahasiswa masih awam ketika dihadapkan dengan ilmu pergudangan, harapannya dengan adanya program ini dapat menjadi lebih baik,” lanjutnya. Acara hari ini ditutup dengan kegiatan diskusi antara dosen dan beberapa pejabat lainnya dengan praktisi. Mayoritas praktisi memuji para lulusan Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang karena sangat memenuhi kualifikasi perusahaan. Beberapa diantara mereka menyampaikan bahwa perlunya penyampaian materi-materi dasar tentang budidaya udang karena terdapat beberapa mahasiswa yang tidak mengetahui hal-hal dasar tersebut. Selain materi dasar tentang budidaya udang, mahasiswa juga perlu diajarkan cara berkomunikasi yang tepat.
Sukses Kelas CoE Udang, Perikanan UMM Siapkan Inisiasi Kelas Profesional Rumput Laut
MALANG-Diterimanya sebagian mahasiswa Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada industri udang, mendorong inovasi kelas professional untuk membidik peluang lainnya. Hal ini disampaikan Penanggungjawab Kelas Profesional Udang, Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi, MP, dalam forum laporan pelaksanaan kelas professional udang bersama Rektor UMM Dr. Fauzan dan Warek II UMM, Dr. Nazaruddin Malik, beberapa waktu lalu. Menariknya, lanjut Ganjar ketika menyampaikan laporan perkembangan tindak lanjut kelas professional udang tersebut juga didampingi bos PT Garin Agro Sejahtera (GAS), Ir. Hery Sudarmono. Sebab dari mitra iduka PT GAS sejumlah mahasiswa perikanan dapat diterima kerja di PT GAS. Padahal mahasiswa yang awalnya magang di PT GAS ini sampai saat ini masih belum lulus kuliah. Diharapkan dalam waktu 3,5 tahun hingga 4 tahun selesai kuliahnya. Mahasiswa yang direkrut kerja ini, tandas Ganjar sebagai teknisi pembudidaya udang di Luwok, Sulawesi Tengah. Sebab PT GAS membuka lahan di Sulteng sekitar 50 hektare tambak udang intensif yang sudah dimulai sekitar 5 hektare. Nah pembukaan lahan ini tentu saja membutuhkan banyak sumber daya manusia.slot88 “Perlu diketahui bahwa ini merupakan salah satu mitra iduka yang merekrut mahasiswa perikanan sebagai karyawan. Sementara mahasiswa tersebut masih belum lulus. Masih ada beberapa mitra iduka yang juga melakukan hal serupa dengan status mahasiswa perikanan yang masih kuliah. Ini membuktikan bahwa mahasiswa perikanan UMM kompetensinya diakui dunia kerja dan industri,” tegas Ganjar. Laporan perkembangan selanjutnya, kata Ganjar tentang tindaklanjut kelas professional Centre of Excellence (CoE) lain sedang proses perancangan konsep kelas CoE rumput laut. Pemilihan kelas professional rumput laut ini hasil diskusi dengan mitra dudi (dunia industri) perikanan UMM bahwa rumput laut juga merupakan peluang masa depan yang prospektif. “Itu sebabnya kebutuhan sumber daya manusia yang dibutuhkan juga cukup tinggi. Dari sinilah muncul inisiasi pembentukan program kelas CoE rumput laut,” kata Ganjar. sumber: https://tabloidmatahati.com/sukses-kelas-coe-udang-perikanan-umm-inisiasi-kelas-profesional-rumput-laut/#.YeDcOy2MxQJ
Penggiat Koi Saat Pandemi Meningkat, Perikanan UMM Ajak Siswa SMA/SMK Ambil Peluang
Pandemi sudah berlangsung hampir 2 tahun di Indonesia. Banyak kegiatan masyarakat yang terdampak, terutama aktivitas ekonomi. Namun tidak dengan aktivitas hobi, sejak awal pandemi yang mengharuskan orang banyak beraktivitas dilingkungan rumah dan membatasi aktivitas lainnya menyebabkan banyak orang mulai kembali menggeluti hobinya. Salah satu hobi yang terus semakin marak adalah memelihara ikan hias Koi. Hal
Dosen Akuakultur UMM Ajari Peternak Ikan Gunakan Teknologi
MALANG — Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) melangsungkan Sosialisasi Pengolahan Pakan Ikan dan Penyerahan Mesin Pelet Pakan Ikan di Parangargo, Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan PPDM ini digarap oleh Riza Rahman Hakim (Akuakultur), Machmud Effendy (Teknik Elektro), dan Beti Istanti Suwandayani (PGSD). Lurah Desa Parangargo, Prawoto mengatakan, sosialisasi pengolahan pakan dan penyerahan mesin pencetak pelet ikan dirasa bisa membantu budi daya ikan di tempatnya. Sebab, pengeluaran terbesar dari budi daya ikan air tawar adalah aspek pakan. “Maka hadirnya hibah alat ini tentu dinilai bisa menghemat biaya tersebut,” katanya. Prawoto selaku lurah sekaligus mewakili masyarakat Desa Purwoargo berterima kasih atas hibah mesin pencetak pelet ikan. Ia yakin alat tersebut nantinya akan membantu proses budidaya ikan air tawar. Kepala Bidang Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Rini Pandan Arum memaparkan, Dinas Perikanan berupaya mengembangkan jenis budi daya ikan di kolam air deras. Saat ini pengembangan tersebut masih berada pada tahap uji coba di Desa Sanankerto, Turen. Rencananya, Dinas Perikanan akan melakukan uji coba pula di Desa Parangargo. Rini berharap, sinergisitas antara UMM, pemerintah, dan masyarakat bisa terus dijalin. Apalagi hibah mesin ini bisa menekan pengeluaran warga pembudidaya ikan. Pasalnya, biaya ini biasanya bisa mencapai 60 persen dari total pengeluaran. Sementara itu, Direktur DPPM UMM, Prof Yus Mochamad Cholily menjelaskan, program ini menggaet beberapa pihak seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud – Ristek). Kelangsungan program ini didukung oleh pemerintah selama tiga tahun ke depan. “Daripada disimpan di kampus saja, alangkah baiknya ilmu ini bisa dituangkan dan diimplementasikan di masyarakat. Harapannya, warga bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ungkapnya. sumber: https://www.republika.co.id/berita/r2g8ti399/dosen-umm-ajari-peternak-ikan-gunakan-teknologi
Kartu Indonesa Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2021
Kesempatan Kuliah bagi putra dan putri serta saudara bapak dan ibu di Jurusan Perikanan FPP UMM melalui Jalur Kartu Indonesia Pintar https://pmb.umm.ac.id/id/pages/kip.html
Jawab Target Menteri KKP, Akuakultur UMM Siapkan Program Profesional Industri Udang.
Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM menargetkan Indonesia menjadi produsen udang vaname terbesar di dunia dengan jumlah produksi 16 juta ton per tahun. Ia mengemukakan upaya mewujudkan target tersebut melalui pembukaan tambak udang seluas 200 ribu hektare hingga 2024. Saat ini, produksi udang Indonesia di bawah satu juta ton per tahun dan berada di bawah China, Ekuador, Vietnam, dan India. Dikutip dari Pikiran-rakyat.com yang dirilis 1 Maret 2021. Seolah sejalan dengan rencana menteri KKP dan tahu fokus produksi perikanan budidaya Indonesia, Program Studi (Prodi) Akuakultur UMM ternyata telah lama menetapkan diri untuk fokus pada penyediaan SDM profesional untuk kegiatan budidaya vannamei. Fokus tersebut dikuatkan melalui banyaknya penelitian para mahasiswa dan dosen Produk Akuakultur UMM di bidang budidaya udang, serta adanya program khusus industri udang. Melalui Program Profesional Industri Udang, Prodi Akuakultur UMM siap mencetak dan memenuhi kebutuhan SDM yang siap pakai, profesional, berpengalaman dalam lingkup kerja budidaya udang vannamei di Seluruh Indonesia. Bukan hal baru bagi Prodi tersebut berkontribusi di dunia usaha udang, terbukti telah banyak menyebarkan alumni yang menjadi teknisi, supervisor tambak, teknisi laboran, pengusaha tambak, maupun pengusaha pengolahan produk perikanan di berbagai daerah di Indonesia. Apa sebenarnya Program Profesional Industri Udang itu? program tersebut merupakan program khusus bagi mahasiswa Akuakultur UMM yang ingin berkarir dan menjadi profesional di industri udang. Melalui proses seleksi yang ketat, melibatkan mitra industri, peserta program akan dipilih secara khusus. Tidak main main, mulai awal penyusunan kurikulum khusus tersebut, Prodi Akuakultur UMM akan menggandeng berbagai mitra industri udang mulai dari yang bergerak di sekmen hatchery/pembenihan, pembesaran, pabrik pakan, industri pengolahan dan instansi pemerintah terkait. Nantinya peserta program akan mendapatkan pengajaran dikelas khusus dan praktek industri minimal 6 bulan. Di akhir program peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi industri, yang tentunya akan menjadi pertimbangan kuat bagi para industri dalam proses perekruitan. Dekan FPP-UMM Dr. Ir. David Hermawan MP IPM (berkacamata) bersama mitra meninjau lahan praktek program. Program ini juga menjawab program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang menuntut untuk perguruan tinggi aktif bermitra dengan dunia industri. Adanya jaringan yang kuat antara Prodi Akuakultur UMM, Mitra Industri, Instansi Pemerintah dan Ikatan Alumni Prodi maka output dari program tersebut akan menjadi buruan bagi pengusaha udang, didorong meningkatnya kebutuhan akan SDM profesional industri udang, sesuai fokus rencana Menteri KKP Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM. *(nod) Sumber kutipan: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011515893/menteri-kkp-targetkan-indonesia-menjadi-produsen-udang-vaname-terbesar-di-dunia