SIARAN PERS Dosen Industri (DUDI) Dr. Heny Budi Berikan Kuliah di Prodi Akuakultur UMM dalam Program CoE Fokus pada Manajemen Kesehatan Udang dalam Rangka Peningkatan Kualitas SDM Akuakultur

SIARAN PERS Dosen Industri (DUDI) Dr. Heny Budi Berikan Kuliah di Prodi Akuakultur UMM dalam Program CoE Fokus pada Manajemen Kesehatan Udang dalam Rangka Peningkatan Kualitas SDM Akuakultur Malang, 14 Mei 2025 – Sebagai bagian dari sinergi antara dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan institusi pendidikan tinggi, Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kuliah tamu bersama praktisi. Kali ini, Dr. Heny Budi, seorang ahli di bidang akuakultur, diundang memberikan perkuliahan khusus dalam program Center of Excellence (CoE) pada mata kuliah Manajemen Kesehatan Udang. Dalam kuliah yang dilangsungkan di salah satu ruang kelas Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, Dr. Heny membagikan pengetahuan aplikatif mengenai pendekatan diagnostik dan pencegahan penyakit pada udang, termasuk pemanfaatan grafik performa kesehatan dan parameter kualitas air. Mahasiswa tampak antusias menyimak materi yang disampaikan, terutama karena diperkaya dengan studi kasus nyata dari industri budidaya udang modern. “Kolaborasi antara dunia industri dan akademisi seperti ini sangat penting untuk menyiapkan mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja, apalagi di sektor strategis seperti perikanan budidaya,” ungkap Dr. Heny dalam pemaparannya. Program CoA di Prodi Akuakultur UMM memang dirancang sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa dengan menghadirkan para pakar praktisi dari industri perikanan. Harapannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di bangku kuliah, tetapi juga pemahaman teknis dan wawasan lapangan yang relevan dengan perkembangan terbaru di industri. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pengajar dari kalangan praktisi agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi tantangan nyata di bidang akuakultur,” ujar Koordinator Prodi Akuakultur UMM. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa UMM serius dalam mendukung link and match antara pendidikan dan industri, serta menjadi penggerak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perikanan dan kelautan.
Prodi Akuakultur – Perikanan UMM Perkuat Kerjasama Ikatan Kerja Dengan PT. GAS

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Perwakilan Prodi Akuakultur-Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beberapa waktu lalu mengunjungi tambak udang vaname PT Garin Agro Sejahtera (GAS). Kunjungan tersebut dalam rangka implementasi kelas profesional udang yang berbasis Center of Exellence (CoE). Tim Prodi Akuakultur UMM ketika berkunjung ke tambak udang vaname PT GAS di Prigi Trenggalek. Dijelaskan Kaprodi Akuakultur UMM, Dr. Handajani, S.Pi, M.Si, kegiatan bertajuk Prodi Akuakultur-Perikanan UMM perkuat kerjasama ikatan kerja dengan PT GAS ini selain unsur dosen juga mahasiswa kelas profesional udang untuk kunjungan proses budidaya udang vaname hingga masa panen yang dikelola PT GAS di pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek. “Kami memang mempunyai program kunjungan ke sejumlah mitra DUDI (Dunia Industri) yang ada di sekitar UMM, salah satunya adalah PT. GAS. Kunjungan ini bentuk komunikasi intens antara Prodi Akuakultur dengan PT GAS sehingga sinergi antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan Prodi Akuakultur UMM,” ujar Hanny Handajani. Proses panen udang di PT GAS. Nah, terkait kompetensi tersebut Hanny Handajani mengungkapkan saat ini PT. GAS sangat apresiasi dengan lulusan Prodi Akuakultur UMM karena memiliki keunggulan teknik. Berdasarkan kompetensi ini PT GAS merekrut alumni Prodi Akuakultur tiga orang. Menariknya, Hanny Handajani mengungkapkan bahwa PT GAS masih membutuhkan tenaga kompeten di bidang per-udangan, sehingga komunikasi dan kerja sama antara PT GAS dengan Prodi Akuakultur UMM sangat menguntungkan kedua belah pihak sebagai pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia. Bahkan manajemen PT GAS secara khusus sudah inden alumni Prodi Akuakultur UMM. Kunjungan ke tambak udang PT GAS merupakan implementasi dari kelas profesional udang Prodi Akuakultur UMM. Sehingga mahasiswa mengetahui teknik detail proses panen. Inden? Hanny Handajani menegaskan beberapa pertimbangan mitra DUDI mengincar alumni lulusan Prodi Akuakultur UMM sebab selain memiliki kualitas, profil lulusan Prodi Akuakultur UMM memiliki attitude (ahklak) tertib budaya kerja, sekaligus disiplin secara spiritual. Sebagai closingnya Hanny Handajani menyebutkan bahwa lulusan/alumni Prodi Akuakultur UMM selain direkrut PT GAS juga ditempatkan di berbagai grup perusahaan di bawah naungan PT GAS. Sehingga lulusan Prodi Akuakultur UMM sangat prospektif masa depannya. (fadhil)
Magang Industri Mahasiswa Akuakultur UMM, Fasilitas Gaji Plus Bonus, Bukti Kelas Profesional Udang Prospektif

Sultan Satria Bagus Wicaksono dan Achmad Fariz Cholil, dua mahasiswa semester VIII Prodi Akuakultur-Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melaksanakan magang industri di PT Alam Sentosa Raya, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat magang industri tersebut kedua mahasiswa ini di bawah bimbingan Ketua Prodi Akuakultur-Perikanan UMM, Dr. Hany Handajani, S.Pi, M.Si. Menurut Sultan -begitu Sultan Satria Bagus Wicaksono disapa- magang industry tersebut terkait dengan kelas professional udang yang selama ini dilaksanakan saat semester VII. Implementasi dari kelas professional udang tersebut salah satunya melalui program magang industry bidang budidaya udang yang sudah dipelajari secara teori di kelas Profesional Udang berbasis kurikulum Center of Excellence (CoE). Melalui kelas profesional udang ini sangat mendukung mahasiswa lulus tepat waktu yaitu 7-8 semester. Mahasiswa Akuakultur-Perikanan UMM ketika magang industri saat proses panen udang. Magang industri ini, kata Sultan dilaksanakan selama satu semester. Sementara kelompoknya melaksanakan magang ini sejak September 2024 hingga Februari 2025. Selama magang industry di PT Alam Sentosa Raya, banyak hal dipelajari terkait budidaya udang. Menariknya selama magang industri tersebut mahasiswa mendapatkan fasilitas gaji dan bonus karena panen-nya berhasil. Gaji dan bonus tersebut didapat dari PT Alam Sentosa Raya sebagai mitra industri Prodi Akuakultur UMM. Hal ini membuktikan kuliah di Prodi Akuakultur UMM prospektif. Sekarang mereka proses menyusun tugas akhir. Sultan lantas mengungkapkan materi magang industri diantaranya proses sebelum budidaya persiapan tebar benih, selama budidaya (tiga bulan), hingga masa panen udang. Nah tahapan awal hingga panen ini membutuhkan waktu sekitar lima bulan. Itu sebabnya magang ini harus dilaksanakan satu semester agar mahasiswa mengetahui proses budidaya udang awal hingga akhir sekaligus menguatkan kompetensi secara profesional industri. Sultan Satria Bagus Wicaksono dan Achmad Fariz Cholil, mahasiswa Prodi Akuakultur-Perikanan UMM melaksanakan magang industri. Selama program magang mereka mendapatkan fasilitas gaji dan bonus dari di PT Alam Sentosa Raya. Dari proses ini Sultan mengetahui bagaimana cara pengecekan kualitas air, cara memberikan pakan, mengatur suhu, mengetahui penyakit, sampai cara penanganan udang. Prinsipnya magang ini sangat lengkap mulai udangnya belum ada hingga setelah panen udang. Pengalaman magang industry dengan teori yang disampaikan di dalam kelas sangat match. Sebab kuliah Prodi Akuakultur UMM selalu mendatangkan praktisi untuk mengajar. Salah satunya praktisi budidaya udang vaname. Hasil magang industry yang dilakukan Sultan, sangat bermanfaat bagi masa depannya karena peluang pasar budidaya udang masih terbuka lebar. Sehingga kuliah di prodi Akuakultur UMM sangat prospektif, disebabkan kurikulum yang berbasis Center of Excellence (CoE), memiliki beberapa kelas professional salah satunya kelas professional udang, serta ditunjang fasilitas laboratorium lengkap, dan dosen yang ahli di bidang perikanan. (hamim)
Lely Mahasiswa Akuakultur UMM Cumlaude Terbaik Se Fakultas

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Lely Ayu Puspandari, S.Pi, disapa Lely merupakan mahasiswa Prodi Akuakultur-Perikanan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM), ketika Pimnas 2023 lalu pernah meraih medali emas dan medali perunggu dalam kategori berbeda. Nah, saat yudisium (3/2) kemarin dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik kedua se fakultas dengan capain summa cumlaude (IPK 3.80-ke atas). Menurut Lely dirinya meraih peringkat terbaik kedua se fakultas dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 bahkan dirinya lulus cepat karena prestasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) tahun 2023. Lely Ayu Puspandari, S.Pi, (empat dari kanan) bersama jajaran Dekan FPP UMM. Prestasi ini membuat Lely beryukur dan bangga karena dapat meraih prestasi yang tentu saja tidak bisa dilepaskan dari keunggulan Prodi Akuakultur Perikanan UMM. Pertama unggul dosen, kedua unggul kurikulumnya, dan ketiga unggul fasilitasnya. Tiga hal ini membut antusiasnya belajar dengan maksimal untuk prospek masa depan. Lely menjelaskan dosen Prodi Akuakultur UMM sangat komunikatif dalam mengajar agar mahasiswanya jelas dan paham saat transfer knowledge di kelas maupun ketika praktikum. Selain itu dosen prodi Akuakultur UMM juga kompeten di bidangnya dan pakar sesuai keahlian masing-masing. Bahkan dalam membimbing mahasiswa sangat intens agar cepat lulus dan segera berkarir di bidangnya. Lely Ayu Puspandari, S.Pi, bersama Wakil Dekan FPP UMM, Kaprodi Akuakultur Perikanan UMM, dan unsur dosen serta mahasiswa prodi saat yudisum (3/2) kemarin. “Selain dosen dari prodi Akuakultur UMM, juga ada dosen yang berasal dari praktisi industry. Hal ini semakin melengkapi kuliah di Prodi Akuakultur UMM menjadi sangat prospektif,” ujar alumni SMA Negeri 1 Pamekasan ini. Pada keunggulan kedua, lanjut Lely, dirinya selama kuliah prodi Akuakultur mendapatkan kurikulum yang berbasis Center of Excellent (CoE). Sehingga antara teori dan praktek adalah kesatuan implementatif pendidikan sesuai dunia industri bidang perikanan. Bahkan dirinya masuk kelas professional agar prospek dan meraih kesempatan karir yang masih terbuka lebar. Lely Ayu Puspandari, S.Pi, ketika menerima penghargaan sebagai terbaik kedua IPK 3,96 (summa cumlaude) Menariknya, ucap Lely, untuk menjadi mahasiswa kompeten, Prodi Akuakultur UMM menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra industry. Tujuannya agar mahasiswa kompetable skill-nya saat praktek lapangan, serta ketika lulus langsung bisa bekerja di industry yang sudah kerja sama tersebut. Sedangkan terkait keunggulan fasilitas, tambah Lely, Prodi Akuakultur UMM mempunyai laboratorium perikanan lengkap, lab praktikum budidaya udang vaname, lab praktikum ikan Koi dan lab praktikum yang lain. “Semua keunggulan ini adalah bekal dirinya meraih prestasi dan optimis setelah lulus sukses berkarir di bidang perikanan,” tandas Lely asal Pamekasan ini. (humas akuakultur umm/don)
Hadirkan Shrimp Club Indonesia, Perkuat Peserta CoE Udang UMM

Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadirkan pengurus Shrimp Club Indonesia pada kuliah tamu program Center of Excellence (CoE) UMM (Foto : Istimewa) Dalam rangka meningkatkan wawasan dan skill mahasiswa tentang udang, Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) datangkan pengurus Shrimp Club Indonesia pada kuliah tamu, akhir Desember lalu. Diikuti puluhan peserta yang juga bagian dari Center of Excellence (CoE), agenda ini membahas mengenai tantangan dan upaya agar udang yang diternak bisa tetap bertahan dan bagus. Pemateri Mila Ayu Ambarsari, M.Pi. mengatakan ada beberapa tantangan yang secara umum dihadapi industri udang. Misalnya terkait pengelolaan lingkungan perairan di Indonesia, kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di industri udang terbatas, tingginya serangan penyakit udang (vibrio, AHPNP) dan lainnya. Virus udang ini cukup tinggi sehingga mempengaruhi penurunan kapasitas produksi atau kegagalan panen. Sementara, adapula sederet peluang du industri udang. Salah satunya peluang industri ekspor yang masih sangat tinggi. Bahkan kebutuhan udang dalam negeri masih dinilai kurang atau terbatas. Adanya program pemerintah yang fokus pada ketahanan pangan menjadi hal yang menarik untuk dijadikan motivasi meningkatkan produksi industri udang berkualitas ekspor. “Artinya, saat ini industri udang memang membutuhkan sumber daya manusia yang berkompetensi atau yang memiliki bobot untuk memenuhi target-target ketahanan tapangan khususnya di bidang blue economy,” tegasnya. Sementara itu, koordinator CoE Udang Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi, M.Si. mengatakan bahwa para mahasiswa perikanan harus mampu membekali diri dan aktif mengikuti berbagai sertifikasi kompetensi. Berikutnya mampu membangun networking, sikap disiplin, serta mempunyai ketekunan. Dengan begitu, kemampuan mahasiswa akan teruji dan dipercaya. Melalui kuliah tamu, Ganjar berharap mahasiswa perikanan UMM dapat membuka wawasannya tentang peluang dan tantangan industri udang masa kini dan mendatang. “Prinsipnya, peluang dan serapan kerja di industri udang sangat tinggi sekali. Di sisi lain, industri udang membutuhkan kompetensi mahasiswa yang memenuhi standar prosedur perusahaan agar target produksinya tercapai. Makanya CoE Udang UMM hadir untuk membantu mahasiswa meraih standar itu,” tandas Ganjar. Melalui CoE, mahasiswa perikanan UMM juga didorong untuk mempunyai gambaran nyata industri udang. Apalagi pemateri yang dihadirkan juga memaparkan ritme dan suasana kerja industri udang. Mulai dari profesi industri udang sebagai analis laboran, manajer, teknisi, asisten teknisi dan beberapa bagian lain yang masih membuka banyak peluang bagi anak-anak muda. https://www.umm.ac.id/id/berita/hadirkan-shrimp-club-indonesia-perkuat-peserta-coe-udang-umm.html?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR2CtWc9Rl3yi8e7DiYHy8v-OwVNisLmbUDLMlpRy0lEhubs34F7-bWyKZM_aem_c4RW_P2T9xCfvJwwmFbxjw&sfnsn=wa
Tiga Puluh Tahun Berkarya,Prodi Akuakultur UMM Gelar Reuni Akbar Alumni

Tiga Puluh Tahun Berkarya,Prodi Akuakultur UMM Gelar Reuni Akbar Alumni
Prodi Akuakultur-Perikanan UMM Bahas Produksi Udang Unggul Bersama BPIU2K

Prodi Akuakultur-Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu dengan menghadirkan praktisi dari BPIU2K (Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem Bali). Kuliah tamu tersebut dijelaskan oleh Kaprodi Akuakultur UMM, Dr. Hany Handajani, S.Pi, M.Si, mengungkapkan hadir sebagai nara sumber kuliah tamu tersebut adalah Mohammad Suyuti, S.Pi, M.Sc, dari BPIU2K Karangasem. Saat menyampaikan materi ada tiga pokok bahasan yang disampaikan oleh nara sumber. Tiga pokok bahasan dimaksud pertama sosialisasi pelayanan public BPIU2K, kedua kuliah tamu dengan judul: Peningkatan Produksi Udang Unggul dan Kekerangan di Indonesia, serta ketiga terkait Induk Udang Nusa Dewa. Hany mengatakan Indonesia merupakan negara eksportir udang terbesar ke-4 di dunia, sehingga kebutuhan akan induk udang berkualitas tinggi menjadi sangat penting untuk mendukung permintaan nasional. Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem (BPIU2K Karangasem) hadir sebagai pusat pengembangan induk udang unggul serta benih bermutu tinggi untuk sektor perikanan Indonesia. Sejak tahun 2018, BPIU2K Karangasem telah melakukan seleksi famili dalam program pemuliaan udang vaname. Pada tahun 2022, upaya tersebut diperkuat dengan seleksi berbasis marka molekuler SNP (Single Nucleotide Polymorphism) untuk menghasilkan famili udang vaname yang tahan terhadap virus WSSV (White Spot Syndrome Virus). Produk unggulan hasil pemuliaan ini dikenal dengan nama NuSa Dewa, yang secara resmi dirilis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melalui Kepmen Kelautan dan Perikanan Nomor 181 Tahun 2023. Nah terkait dengan hal ini, tandas Hany Prodi Perikanan/Akuakultur UMM menghadirkan BPIU2K Karangasem dalam rangka sosialisasi pelayanan public pada BPIU2K yang berupa Jasa laboratorium, magang dan penelitian, MBKM, penilitian mahasiswa, penilitian dosen. Harapannya dari kuliah tamu tematik ini Peningkatan Produksi Udang Unggul dan Kekerangan di Indonesia dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa Prodi Akuakultur-Perikanan UMM Sedangkan untuk Nusa Dewa adalah nama dari produksi Induk Udang Unggul BPIU2K Karangasem yang telah melakukan seleksi famili sejak 2018. Pada tahun 2022 pemuliaan dilanjutkan dengan seleksi berbasis marka molekuler SNP (single nucleotide polymorphismis) untuk menghasilkan famili udang Vaname tahan WSSV yang dapat digunakan di masyarakat tanpa mengubah metode budidaya yang telah dilakukan. Hany mengungkapkan NuSa Dewa dan komoditas unggulan lainnya telah didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia, memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan industri perikanan nasional. (humas akuakultur umm/don)
Prodi Akuakultur UMM Ter-Akreditasi Internasional ASIIN, Bukti Mampu Berdaya Saing Global
Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempunyai berbagai keunggulan dan komptensi yang sudah bertaraf internasional. Hal ini dibuktikan dengan Prodi Akuakultur meraih Akreditasi Internasional ASIIN. Itulah opening yang disampaikan Kaprodi Akuakultur UMM, Dr. Hanny Handajani, S.Pi, M.Si, usai menerima sertifikat Akreditasi Internasional ASIIN beberapa waktu lalu. Bahwa ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik), The Accreditation Agency for Study Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics(ASIIN). Menurut Hanny lembaga akreditasi ASIIN sudah memiliki pengalaman menilai ribuan prodi berskala internasional yang kredibel dan diakui oleh pemerintah Indonesia melalui Kepmendikbud RI Nomor 83/P/2020. Akreditasi internasional ASIIN merupakan akreditasi berbasis luaran (Outcome Based Accreditation), dan hal penting yang harus ditunjukan adalah program studi sudah mengimplementasikan pendidikan berbasis luaran (Outcome Based Education/OBE) dengan menunjukan evaluasi ketercapaian luaran program (Program outcome) dan institusi menunjukan komitmennya dalam memfasilitasi implementasi OBE. Prodi Akuakultur UMM, tandas Hanny berkomitmen untuk mewujudkan akreditasi internasional ASIIN. Setelah submit (Self Assessment Report/SAR) Laporan Evaluasi Diri. Pada tanggal 19-20 February 2024 dilalukan Audit ASIIN oleh tim asesor/auditor dari ASIIN secara luring setelah melalui beberapa tahapan penilaian, Alhamdulillah Prodi Akuakultur mendapatkan sertifikat ASIIN pada tanggal 16 Juli 2024. Atas diraihnya akreditasi ASIIN oleh Prodi Akuakultur/Perikanan UMM menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan pengajaran di Prodi Akuakultur/Perikanan UMM telah diakui secara internasional. Pengakuan ini mendorong para lulusan akuakultur/perikanan UMM dapat diterima oleh pasar kerja secara secara global serta menjadi wadah peningkatan kepercayaan masyarakat internasional. (humas prodi akuakultur umm/hamim)
Tim Pimnas 37 Akuakultur-Perikanan UMM Lulus Bebas Skripsi

Kabar prestasi datang dari Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Disampaikan Kaprodi Akuakultur UMM, Dr. Hanny Handajani, S.Pi, M.Si, ada tujuh mahasiswa tim Pimnas 37 Akuakultur-Perikanan UMM yang dinyatakan lulus bebas skripsi. Tim Pimnas 37 Akuakultur-Perikanan UMM tersebut terdiri dari mahasiswa 2021 dan 2022 atas nama August Yudistira Abimanyu (2022), Rizki Aulia (2021), Muhammad Zhafif Addimaysqi (2022), Yamisa Febrianingsih (2021), Alif Ahmad Haidar (2022), Abida Zahrotul Hartinia (2022), dan Byarna Ayu Apriliani (2021). Tim mahasiswa yang dapat menembus pimnas merupakan mahasiswa prestasi yang berjiwa juara. Kenapa? Hanny menjelaskan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tidak hanya terletak pada prestise meraih kemenangan, tetapi juga pada proses pembelajaran yang mendalam yang terjadi di baliknya. Melalui persiapan yang intensif, para mahasiswa diperkenalkan pada berbagai bidang penelitian dan disiplin ilmiah, serta diajak untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikasi. Tentu saja hal ini adalah platform yang memungkinkan mahasiswa untuk melampaui batas-batas kurikulum kelas dan memperluas wawasan mereka ke arah yang lebih luas. Itu sebabnya mahasiswa yang masuk Pimnas siap berkompetisi ilmiah antar mahasiswa seluruh Indonesia. Hanny lantas mengungkapkan tahun 2024 ini pengusul proposal PKM sebanyak 43 ribu tim proposal, yang didanai 3500 tim dan hanya 500 tim yang masuk Pimnas. Artinya hanya 1,67 persen dari total proposal PKM yang masuk ke belmawa yang berhasil menembus Pimnas. Tim mahasiswa yang dapat menembus pimnas merupakan mahasiswa yang berjiwa juara. Dengan prestasi mahasiswa tertsebut Prodi Perikanan/Akuakultur UMM memberikan apresiasi dengan rekognisi bebas skripsi. Bukan hanya keikutsertaan mahasiswa di Pimnas saja, rekognisi bebas skripsi juga diberikan ke mahasiswa dalam sebelas skema. Yaitu karya ilmiah berupa artikel yang dipublikasi ke jurnal minimal Sinta 3, finalis Pimnas, finalis KMI, memiliki hak paten nasional/internasional, menulis buku yang ber-ISBN, sertifikat kompetensi internasional, dan sebagainya. Rekognisi bebas skripsi ini diberikan sebagai penyemangat mahasiswa untuk mengikuti kegiatan penalaran dan kewirausahaan baik tingkat nasional dan internasional. Selain itu untuk mendukung kelulusan tepat waktu delapan semester. (humas akuakultur umm/don)
Prodi Akuakultur UMM Bahas Fisheries in Thailand Bersama Pakar-Akademisi Kasetsart University

Berkembangnya teknologi bidang perikanan mendorong mahasiswa dan akademisi di Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mencermati perkembangan yang ada. Terkait dengan hal ini, Sekprodi Akuakultur UMM, Anis Zubaidah, S.Pi, M.Si, menjelaskan Prodi Akuakultur UMM menggelar International Guest Lecture menghadirkan Dr. Akkarasiri Sangsawang seorang pakar perikanan sekaligus akademisi Kasetsart University Thailand. Menurut Anis, saat guest lecture tersebut Akkarasiri Sangsawang menyampaikan materi berbagai aspek perikanan di Thailand. Diantaranya jenis-jenis ikan yang dibudidayakan, teknik pemeliharaan, tantangan yang dihadapi oleh industri perikanan, dan dampak lingkungan dari praktik perikanan. Termasuk kebijakan pemerintah terkait perikanan dan bagaimana masyarakat setempat berperan dalam industri ini. Selain itu, Anis mengungkapkan materi yang dikupas termasuk inovasi teknologi akuakultur mencakup penggunaan sistem intensif dalam budidaya ikan air tawar, pemantauan kualitas air secara real-time, teknologi pakan ikan yang lebih efisien, serta metode pembenihan ikan yang lebih unggul. Termasuk di teknologi berbasis monosex pada red tilapia menjadi unggalan utama Thailand. Tujuan international guest lecture ini, tambah Anis, untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang praktik dan tantangan di industri perikanan Thailand, menginspirasi mereka untuk mengeksplorasi karir di bidang ini, serta memperkenalkan inovasi terbaru dalam akuakultur. Diharapkan setelah guest lecture ini pemahaman mahasiswa tentang industri perikanan meningkat, dorongan untuk berpartisipasi dalam penelitian atau proyek terkait perikanan, dan membangun jaringan dengan para profesional di bidang tersebut. Sementara itu, Soni Andriawan, S.Pi, M.Sc selaku moderator acara menambahkan, peserta international guest lecture sangat antusias. Tampak mahasiswa aktif bertanya tentang materi yang disampaikan, mencerminkan ketertarikan mereka terhadap topik yang diangkat. (humas akuakultur umm/don)