Berdayakan Warga Lapas Budidaya Ikan, PKM PM Prodi Akuakultur UMM Lolos Pimnas

Berdayakan Warga Lapas Budidaya Ikan, PKM PM Prodi Akuakultur UMM Lolos Pimnas

Berdayakan Warga Lapas Budidaya Ikan, PKM PM Prodi Akuakultur UMM Lolos Pimnas  Syukur Alhamdulillah. Selamat kepada tim PKM-PM Program Studi Akuakultur berhasil lolos ke Pimnas ke-36. Raihan tonggak berharga dalam perjalanan akademikmu. Teruslah berkarya dan berikan yang terbaik di Pimnas. Kami bangga padamu! 🌟📖🏆 Pembimbing: -Dr. Hany Handajani S.Pi M.Si Ketua: -Putri Ramadhani (202010650311029) Anggota: -Phobie Yolasica Irawan (202010650311034) -Fathimatuz Zahroh (202010650311035) -Moh. Ilham Wahyudi (202010650311027) -Maulana Zaky Ghivari (202110650311034) Kembali Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membagikan kabar prestasi terbarunya. Ada empat tim mahasiswanya yang lolos berlaga di ajang kompetitif Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36. Ajang bergengsi tersebut akan diadakan di Universitas Padjajaran pada Sabtu (25/11) mendatang. Berkenalan dengan salah satu tim PKM Akuakultur yang lolos Pimnas yaitu PKM-PM (Pengabdian Masyarakat). Tim dimaksud diketuai oleh Putri Ramadhani mahasiswa Akuakultur angkatan 2020 mengusung judul Peningkatan Skill Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Malang Melalui Kegiatan Budidaya Ikan dengan Teknologi Resirkulasi Akuakultur Sistem dan Budidaya Pakan Alami. Tim PKM PM Prodi Akuakultur UMM ketika melaksanakan kegiatan di lapas tentang budidaya ikan menggunakan Teknologi Resirkulasi Akuakultur Sistem dan Budidaya Pakan Alami. Menurut Putri, timnya dikabarkan lolos dalam Pimnas 36 melalui pengumuman yang ada di akun Instagram Puspresnas pada Selasa (7/11). Sontak kabar tersebut membuat Putri dan timnya bergembira dan bertekad mendapat juara di Pimnas nantinya dalam PKM-PM. “Targetnya agar menjadi pemenang dan mendapatkan medali emas. InsyaAllah, Bismillah,” tandas Putri. Tim PKM PM Prodi Akuaktur saat memberikan arahan kepada warga lapas tentang bagaimana memberi pakan ikan dalam kolam bundar. Perlu dikatehui, PKM-PM yang dilaksanakan dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra yaitu sulitnya mencari lapangan pekerjaan bagi narapidana saat keluar dari lapas. Diperlukan soft skill dan hard skill sembari mengisi waktu luang. Mitra tersebut adalah Lapas Kelas 1 Malang berada di jalan Asahan bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur. Peserta dari PKM-PM ini terdiri dari sepuluh orang narapidana (24-49 tahun) dan lima orang petugas lapas (28-31 tahun). Antusiasme warga binaan Lapas melaksanakan budidaya ikan bersama tim mahasiswa Prodi Akuakultur UMM. Solusi yang telah di sepakati dengan mitra yaitu pemanfaatan kolam kosong dan menambah soft skill dan hard skill budidaya ikan dan teknologi resirkulasi akuakultur sistem dan budidaya pakan alami serta terpenuhi kebutuhan gizi protein hewani penghuni lapas. Mentoring teknologi resirkulating akuakultur sistem. Saat ini, sembari menunggu tanggal kompetisi di Pimnas, Putri dan tim melakukan latihan monev internal setiap harinya. Beberapa aktivitas yang dilakukan seperti presentasi, pengecekan untuk unggah laporan akhir, artikel ilmiah serta poster. Mahasiswa akuakultur UMM ketika observasi lokasi untuk PKM. “Harapannya yaitu semoga presentasi Pimnas di universitas Padjadjaran nanti lancar dan dapat meraih apa yang kami inginkan dan membawa medali emas untuk UMM,” ujar Ketua Tim PKM-PM Akuakultur UMM. Sekedar informasi, selain dirinya Tim PKM-PM ini terdiri dari lima mahasiswa yaitu Phobie Yolasica Irawan mahasiswa Akuakultur angkatan 2020, Fathimatuz Zahroh mahasiswa Akuakultur 20, Mohamad Ilham Wahyudi mahasiswa Akuakultur 2020, dan Maulana Zaky Ghivari mahasiswa Akuakultur angatakan 2021. Tim ini mendapatkan dampingan dari Dr. Hany Handajani, S.Pi, M.Si. Saat ini  Penerimaan Mahasiswa Baru Prodi Akuakultur UMM telajh dibuka. Pada  jalur prestasi 1 November 2023-24 Juni 2024. Jalur Reguler: 1 November 2023 – 3 Agustus 2024.   Berdayakan Warga Lapas Budidaya Ikan, PKM PM Prodi Akuakultur UMM Lolos Pimnas – Tabloid Mata Hati

Manfaatkan Bacteriofage. Riset Atasi Penyakit Udang Vaname, PKM RE Akuakultur UMM Optimis Juara Pimnas

Alhamdulillah. Selamat kepada tim PKM-RE Program Studi Akuakultur telah sukses lolos dalam PIMNAS 36th. Achieve valuable milestones in your academic journey. Keep working and give your best at Pimnas. We proud of you! 🌟📖🏆Selamat atas prestasi luar biasa! Keberhasilanmu dalam lolos ke Pimnas ke-36 adalah bukti nyata kerja keras dan dedikasimu. Teruslah berinovasi dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik. Semangat untuk perjalananmu ke Pimnas!” 🎉📚🏆 Potensi Bakteriofage Hepatopankreas dan Serasah Mangrove sebagai Inovasi Teknologi Kontrol Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease Penyebab Kematian Total Litopenaeus vannamei Pembimbing: -Soni Andriawan S.Pi MP Ketua: -Lely Ayu Puspandari (202110650311001) Anggota: -Ike Trisdayanti (202010650311036) -Thesa Lonicha Kitvirul A’ini (202010650311014) -Salsabiilaa Roihanah (202010070311033) Pendidikan Biologi Selangkah mencapai kemenangan, itu sekiranya posisi yang tepat bagi Tim PKM RE Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebab saat ini ada empat tim PKM yang berhasil melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 di Universitas Padjajaran.   Tim PKM RE Prodi Akuakultur UMM ketika uji In Vivo di lab. Disampaikan salah satu tim yang lolos, Mohammad Ilham Wahyudi (mahasiswa prodi Akuakultur 2020), dari Tim PKM-RE (Riset Eksakta) bahwa timnya mengusung  judul Teknologi Bakteriofage Indiginus Usus Udang Vaname dan Sedimen Mangrove guna Pencegahan Penyakit White Feses Disease pada Litopenaeus Vannamei. Pengamatan gejala klinis pada udang vaname. Menurut Ilham, yang melatarbelakangi PKM tersebut adalah White Feces Disease (WFD) atau yang biasa disebut dengan penyakit kotoran putih merupakan salah satu penyakit yang menyerang udang vaname. Penyakit disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. yang menyebabkan kematian udang vaname hingga 40 persen. Untuk mengatasi bateri ini penanganan yang sering dilakukan yaitu dengan menggunakan antibiotik dan bahan herbal namun masih belum berhasil. Berdasarkan hal ini, Ilham mencermati belum adanya solusi yang tepat, maka tim PKM RE prodi Akualutur UMM riset inovasi  untuk solusi menangani bakteri tersebut dengan  merode terbaru yaitu menggunakan bakteriofag. Selain dirinya, kata Ilham, riset tersebut dilakukan oleh tim PKM-RE Akuakultur UMM antara Imroatin Hasana (mahasiswa Akuakultur angtakan 2020), Ike Trisdayanti (Akuakultur 2020), dan Brilian Amanat Taqwa (mahasiswa Akuakultur angakatan 2019). Tim PKM ini mendapat bimbingan dari Dosen Akuakultur UMM, Soni Andriawan, S.Pi, MP, M.Sc. Setelah mendapat kabar lolos di Pimnas, Ilham dan tim langsung memperdalam materi risetnya sebagai bahan presentasi, penyusunan laporan akhir, dan pembuatan poster. Proses isolasi bakteriofag. Kegiatan tersebut agar saat Pimnas yang akan diselenggarakan pada Sabtu (25/11) mendatang tim PKM RE Prodi Akuakultur UMM siap berkompetisi menjawab pertanyaan dewan juri dan target meraih juara. “Target yang ingin kami capai yaitu meraih medali emas, Bismillah. Harapan kami semoga lancar pada saat melakukan presentasi dan meraih apa yang telah kami targetkan. Amin,” tegas Ilham. https://tabloidmatahati.com/riset-atasi-penyakit-udang-vaname-pkm-re-akuakultur-umm-optimis-juara-pimnas/

Sukses Langsung Bekerja: Kisah Sukses Alumnus Akuakultur UMM melalui Program COE

Sukses Langsung Bekerja: Kisah Sukses Alumnus Akuakultur UMM melalui Program COE

AKUAKULTUR UMM – Lulusan Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nila Choirun Nailin, telah di recruit sebagai analis laboratorium di PT Summa Benur setelah menyelesaikan studinya. Keberhasilannya dalam memasuki dunia kerja sesudah lulus, tidak terlepas dari hubungannya dengan program Center of Excellence (COE) kelas udang. Kemampuannya untuk langsung bekerja setelah lulus, didorong oleh keselarasan antara isi materi COE yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri saat ini. Saat mengikuti program COE, ia memperoleh pengetahuan yang tidak bisa ditemukan dalam pengajaran rutin. Misalnya, ia mendapat pembelajaran tentang pengamatan benur udang, tahap awal pertumbuhan, proses panen, dan juga pengelolaan pakan alami seperti Skeletonema sp melalui praktik kultur harian. Semua ini sesuai dengan kebutuhan dunia budidaya udang, yang merupakan fokusnya. Selain itu, dalam program ini, Nila juga mendapatkan konversi tugas akhir dari kelas profesional tersebut, sehingga tidak perlu menjalani proses penulisan skripsi. Ini adalah bukti nyata dari pendekatan UMM yang mengakui keahlian dan minat mahasiswanya dalam menentukan tugas akhir. Sehari-harinya di tempat kerja, Nila bertanggung jawab melakukan pengecekan kualitas air di laboratorium. Ia menjelaskan bahwa pengecekan kualitas air dalam konteks budidaya benur udang melibatkan tiga parameter: fisika, kimia, dan biologi. Untuk parameter fisika, ini melibatkan pemeriksaan suhu, salinitas, dan warna air budidaya. Sementara parameter kimia melibatkan pengecekan ph, alkalinitas, dan Total Organic Matter (TOM). Adapun parameter biologi melibatkan pengamatan terhadap plankton dan bakteri. Terakhir, Nila memberikan pesan kepada mahasiswa lainnya untuk tetap konsisten dalam mengejar ilmu dan tidak pernah mengenal kata malas. Dia juga menekankan pentingnya terus meningkatkan kemampuan dan memperkuat jaringan relasi. Menurutnya, mengikuti program COE adalah langkah strategis untuk dapat segera memasuki dunia kerja dan menjadi mandiri tanpa perlu menunggu lama. Ia menambahkan bahwa banyak perusahaan mencari karyawan dengan keterampilan yang telah dipelajari dalam berbagai program COE di UMM.

Wah Gak Bahaya Tah?, Belum Lulus Sudah Diminta Join oleh Pengusaha Udang – Alumi Kelas Profesional Udang

Nampaknya akan menjadi tradisi yang baik di Program Studi Akuakultur (Perikanan) UMM, dimana mahasiswa “dipinang” oleh pengusaha untuk bekerja di perusahaannya sebelum lulus atau saat masih menempuh tugas akhir. Sudah berjalan 3 tahun sejak 2020 Program Studi mengembangkan program khusus yang memungkinkan industri hadir langsung di kampus dan turus serta dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa. Melalui program unggulan atau centre of excellence “Kelas Profesional Udang” dan “Kelas Profesional Koi”. Industri besar di perikanan seperti PT. Central Proteina Prima, PT. Garin Agro Sejahtera, PT. Koyo Segoro Endah, PT. Summa Benur dan leibh dari 10 perusahaan besar lainnya tergabung dalam mengembangkan program tersebut. Terang saja pengusaha-pengusaha yakin merekrut mahasiswa “Kelas Profesional Udang” dan “Kelas Profesional Koi”, karena mereka sudah tahu betul kualitas peserta CoE Udang dan Koi. Berikut ini bentuk keterlibatan industri: Menyeleksi Peserta Kelas Profesional Mengajar dasar dan praktek budidaya 1 semester Membimbing magang profesional 1 semester Menguji kompetensi peserta pasca magang Merekrut peserta untuk kerja di perusahaan Salah satu alumni Kelas Profesional Udang lolos rekrutmen dan pelatihan oleh PT. CP. Prima Informasi lebih lengkap tentang program unggulan tersebut dapat di aksesi di Kelas Profesional Udang : https://perikanan.umm.ac.id/id/pages/sekolah-profesional-udang.html Kelas Profesional Koi: https://perikanan.umm.ac.id/id/pages/sekolah-profesional-koi.html

Selamat Alumni Program Studi Akuakultur Borong Predikat Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian Peternakan

Dalam Yudisium Periode 2 & 3 Tahun 2023 (22 Mei 2023), sejumlah alumni Program Studi Akuakultur berhasil meraih predikat lulusan terbaik di Fakultas tersebut. Dengan dedikasi dan kerja kerasnya selama belajar di Program Studi Akuakultur UMM, namanya berhasil menjadi sorotan dan menginspirasi banyak orang. Pada periode ini Alumni Program Studi Akuakultur berhasi borong predikat lulusan terbaik Fakultas  slot yaitu: Terbaik 1 Periode 2: Muhammad Agill Thevany IPK 3.97 (2019) Terbaik 2 Periode 2 : Annisa Salsabila IPK 3.96 (2019) Terbaik 3 Periode 2: Nila Choirun Nailin IPK 3.96 (2019) Terbaik 2 Periode 3 : Helmalia Putri Damayanti IPK 3.83 (2019) Ucapan Selamat dan Doa untuk Kesuksesan Karir dari kiri Dr. Hany Handajani (Kaprodi), Helmalia Putri Damayanti, Nila Choirun Nailin, Muhammad Agill Thevany, Annisa Salsabila, & Anis Zubaidah M.Si (Sekprodi). Keberhasilan ini juga tidak lepas dari kerja keras para pendidik, tenaga kependidikan serta para mitra DUDI/dunia industri (Kelas Profesional Udang) yang memberikan ilmu yang tak ternilai. Semoga kiprah para alumni nantinya menjadi amalan jariyah bagi pada pendidik prodi dan DUDI. Selamat yang tulus dan ucapan terima kasih mengalir kepada alumni Program Studi Perikanan yang meraih predikat lulusan terbaik Fakultas. Semoga, keberhasilan ini menjadi awal yang gemilang dalam perjalanan karirnya di bidang perikanan. Semoga para alumni terus berprestasi, mencapai keberhasilan yang lebih tinggi, dan menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda. Doa juga disertakan untuk alumni tersebut, semoga diberikan kekuatan dan keberkahan dalam menghadapi tantangan yang ada di dunia profesional. Semoga langkahnya penuh keberhasilan, dan cita-citanya untuk memajukan bidang perikanan dapat tercapai dengan sukses. Kami berharap kalian dapat menciptakan dampak positif yang besar bagi masyarakat dan dunia perikanan. Dengan pencapaian yang gemilang ini, diharapkan alumni Program Studi Akuakultur UMM dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terus bersemangat dan berusaha keras dalam mengejar prestasi akademik maupun karir di masa depan. Salam Bahari, Salam Jaya Selalu

Wisudawan Berprestasi, jadi Ojek Online hingga Bisnis Budidaya Udang

Pernah menjadi driver ojek online hingga bercita-cita menjadi pelopor bisnis udang di Bojonegoro. Proses itulah yang sudah dialami oleh salah satu lulusan berprestasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Agill Thevany. Adapun bisnis udangnya merupakan hasil dari penerapan program kelas keahlian Center of Excellence (CoE) budi daya udang, yang menjadi implementasi nyata program pemerintah, yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa Prodi Akuakultur itu bahkan berhasil menyelesaikan studi sarjananya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sangat memuaskan. Pria disapa Agil ini mengatakan alasannya menjadi driver ojol karena untuk menambah uang saku. Selain itu, juga berupaya meringankan beban orang tua dalam membiayai dirinya hidup di Malang. “Jadi ojol itu sebenarnya sudah saya lakoni dari sebelum kuliah. Kebetulan dulu ada waktu luang sembari menunggu hasil pengumuman masuk kuliah,” kata dia. Pemuda asal Bojonegoro itu juga memiliki ketertarikan mengembangkan budi daya udang di kota asalnya. Apalagi, komoditas udang di Bojonegoro sangat jarang, bahkan mungkin tidak ada. Dari situlah ia melihat peluang besar yang bisa ia gali. Apalagi ia sempat diarahkan prodi Akuakultur UMM untuk magang di perusahaan tambak udang yang besar. Menurut dia, selama magang itulah ia bisa tahu banyak hal terkait bisnis udang. Ia diajari proses awal persiapan hingga akhirnya bisa memanen. “Saya jadi tahu banyak jenis udang serta jenis apa saja yang bagus untuk dijual. Dari pengalaman dan ilmu itulah, saya merintis usaha di dekat rumah saya Bojonegoro,” katanya menjelaskan. Adapun budi daya udang yang ia tekuni tergolong baru. Ia baru sekali memanen udang yang ia budi daya dan cukup menguntungkan. Apalagi di daerahnya, harga udang di pasar mencapai Rp 60 ribu untuk per kilogramnya. Ia merasa cukup beruntung karena orang tua selalu mendukung apapun keinginannya. Hal ini termasuk untuk usaha budi daya udang. Sejauh ini sudah ada empat kolam udang di rumah. Adapun jenis udang yang dia kembangkan adalah vaname. Jenis ini dipilih karena memiliki usia budi daya yang lebih rendah. Kemudian pertumbuhan lebih cepat dan lebih kuat terhadap penyakit. Pria kelahiran 2001 itu berharap ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak hanya menjadi angin lalu. Namun, mampu mendorongnya untuk bermanfaat bagi sesama. Hal ini paling tidak ke orang-orang terdekat di kampungnya. Ia juga berharap, usaha udangnya semakin maju sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan membantu sesama. Menurut dia, sarjana tidak harus selalu bekerja di kantor atau gedung tinggi, tetapi juga bisa membangun daerahnya menjadi lebih baik. “Sekalipun perubahan yang dibuat berada dalam lingkup yang kecil,” kata dia menambahkan.

CoE Perikanan UMM Terbukti Bantu Sederet Perusahaan

Guna meningkatkan kualitas program Center of Exellence (CoE) Koi dan Udang, Prodi Akuakultur Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) langsungkan diskusi bersama mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Digelar pada 8 Februari lalu, diskusi ini juga membahas mengenai strategi untuk memajukan masing-masing aspek. Turut hadir salah satu perwakilan dari DUDI, Ir. Hery Sudarmono selaku CEO PT. Garin Agro Sejahtera (GAS). Ia menyampaikan rasa syukur karena bisa bekerjasama dengan UMM, terlebih FPP UMM yang memberikan gagasan terbaru. Hal itu nyatanya memberikan efek positif bagi perusahaan, utamanya dalam hal sumber daya manusia. “Sejauh ini kegiatan nyata yang telah kami lakukan adalah saya memberikan fasilitas praktek untuk mahasiswa yang berminat di kelas profesional udang. Dengan begitu mereka juga bisa mendapatkan skill yang sesuai dengan kebutuhan industri. Apalagi dengan durasi yang cukup lama, empat hingga lima bulan,” katanya. Hery menambahkan jika kelas professional udang memberi pemahaman lebih kepada mahasiswa mulai dari proses tebar benih, budidaya hingga masa panen. Para mahasiswa juga punya kesempatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak di masa depan karena sudah memiliki kemampuan yang mumpuni. “Saya sudah dua periode bekerjasama dengan UMM dan nanti akan memasuki periode ketiga. Total sudah ada puluhan mahasiswa UMM yang pernah magang perusahaan saya. Ke depannya, saya ingin mahasiswa tidak hanya di perusahaan saya yang di jawa, tapi akan saya kirim ke  Sumatera atau Sulawesi,” terangnya. Baginya, CoE UMM adalah gagasan brilian yang dicetuskan oleh UMM dan harus bersifat berkelanjutan. Terlebih ia mengharapkan kalau nanti akan ada bentuk kerjasama yang lebih, sebab teknologi pengembangan udang masih bisa berkembang dan pengusaha butuh masukan dari kampus. Dalam Kesempatan yang sama, Deky Arisandy pemilik dari CV Indo Koi Malang menyampaikan jika CoE UMM, utamanya Kelas Profesional Koi adalah alternatif mahasiswa untuk belajar di luar kelas regular kuliah. Utamanya bagi mereka yang memang tertarik menjadi pengusaha ikan koi. “Saya merasa senang dengan adanya kolaborasi ini karena banyak mahasiswa yang setelah magang, bisa langsung mengerjakan skripsi. Bahkakn juga sudah memulai bisnis ikan koi. Mereka juga bisa membantu kami untuk mengembangkan budidaya ini. Semoga akan ada banyak mahasiswa yang belajar di tempat saya mengenai budidaya ikan koi,” terangnya. Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM menyampaikan jika FPP adalah fakultas paling terdepan dalam menerjemahkan CoE UMM. Tidak hanya berbasis regular, tapi juga mementingkan pelatihan. Terlebih Kelas Profesional karya prodi Akuakultur telah diakui oleh Sukardi Rinakit selaku staf khusus presiden RI. “Ini memang inovasi bagus, tapi jangan berhenti untuk memberikan hal baru yang bermanfaat. Mari sama-sama memberikan perubahan positif untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya. (*)

Lowongan Program Professional Aquaculture Technician Training (PACT) PT. CP Prima Tahun 2023

Open Recruitment,  PT. Central Proteina Prima, Tbk. (CP PRIMA) hadir kembali untuk alumni Program Studi Akuakultur UMM. PT. CPP sedang membuka lowongan untuk join pada program Professional Aquaculture Technician Training (PACT). PACT merupakan program pelatihan calon tenaga teknis lapangan untuk budidaya tambak udang. Posisi yg dibuka adalah: 1. Asisten Teknisi / Teknisi Tambak Udang (Khusus Laki-Laki) 2. Analis Laboratorium Tambak Udang Syarat dan ketentuan: -Usia maksimal 30 tahun -Fresh Graduated / Berpengalaman -Pendidikan Diploma/S1 (Perikanan, Kelautan,) -Memiliki kemampuan leadership dan komunikasi yang baik -Menguasai Ms. Office -Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Indonesia Jika anda berminat anda bisa mendaftar melalui link sebagai berikut:     Terima kasih. Hormat kami, Tim Recruiter PACT PT. Central Proteina Prima, Tbk.