Peluang pasar udang vaname masih tebuka lebar, baik untuk domestik maupun luar negeri. “Berdasarkan data yang disampaikan dari Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) pasar udang dunia masih membutuhkan bahan (udang) sebanyak 700.000 ton, untuk Indonesia sendiri masih membutuhkan sekitar 200.000 ton. Saat ini sudah banyak teknologi baru yang diterapkan dalam budidaya udang vaname. Kemudian di era 4.0, untuk cek kualitas air tambak, pemberian pakan, dan lain-lain sudah otomatis dipantau dengan komputer atau ponsel pintar (smartphone). Ini merupakan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu pelatihan ini sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan mahasiswa dan SDM Prodi Akuakultur tentang budidaya udang vaname secara intensif dengan teknologi 4.0.

Kelas Profesional Udang merupakan salah satu Centre of Excellence atau Program Unggulan dari Program Studi Akuakultur. Dimana program tersebut dimaksudkan untuk mencetak lulusan yang berkompeten, siap pakai dan profesional dalam bidang industri udang. Kelas tersebut dijalankan berdasarkan kurikulum dengan mata kuliah khusus 1 semester yang dirancarang untuk dapat menjawab tantangan di industri udang. Dengan tenaga pengajar profesional, kolaborasi antara Dosen PS. Akuakultur UMM dan Praktisi mitra Industri. Kelas Profesional Udang melibatkan lebih dari 17 mitra dari Industri dan instansi pemerintah. CoE industri udang dipilih oleh PS. Akuakultur UMM dirumuskan berdasarkan kajian potensi internal dan eksternal, kebijakan pemerintah, trend-profesi masa mendatang, hasil pelacakan lulusan, testimoni dan masukan dari pengguna lulusan. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa lulusan yang memiliki kompetensi udang sangat dibutuhkan, permintaan tinggi kini ataupun nanti dan memiliki kesejahteraan yang sangat baik. Setelah menempuh perkuliahan selama 1 semester tentang udang, program kemudian dilanjutkan dengan praktek kerja industri selama 6 bulan. Durasi praktek kerja tersebut dirancang agar setiap peserta magang terlibat sekurangnya 1 siklus budidaya (4 bulan) dan 2 bulan sebagai pendalaman. Selain itu saat menjalankan program peserta juga diminta untuk menggali data dan menjalankan penelitian sehingga saat selesei praktek kerja mahasiswa sudah dapat menyusun laporan tugas akhir. Hal yang paling membanggakan adalah dengan dilatihnya mahasiswa selama 2 semester tersebut khusus tentang udang, sejumlah peserta langsung mendapatkan tawaran bekerja dari mitra industri tempat ia praktek kerja. Hal ini membuktikan bahwa Kelas Profesional Udang UMM mampu menghasilkan lulusan yang berkompeten dan mampu memenuhi harapan mitra industri akan SDM yang unggul.

Pengecekan anco sebagai monitoring nafsu makan udang